Pertamina: Korosi dan Petir Sebab Kebakaran Kilang Balongan

 Pertamina membeberkan hasil investigasi dari kebakaran yang terjadi di Kilang Balongan atau PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Baturajaradio.com  --  PT Pertamina (Persero) membeberkan hasil investigasi dari kebakaran yang terjadi di kilang Balongan atau PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Sebagai pengingat, kebakaran terjadi pada Senin (29/3) dini hari.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina Djoko Priyono menyatakan telah melakukan investigasi oleh empat instansi independen eksternal, yakni dari B2TKS, Pusat Penelitian Petir LAPI ITB, Ditjen Migas ESDM, dan Net Norske Veritas (DNV).

Hasilnya, mayoritas hasil investigasi menyebutkan kebakaran terjadi akibat kebocoran dinding di tangki G dengan penyebab yang berbeda-beda dari setiap investigasi.

Dari Ditjen Migas ESDM misalnya menyatakan kebocoran disebabkan oleh kegagalan heat affected zone akibat korosi. Sedangkan DVN menyebut kebocoran dikarenakan korosi dinding dalam tangki tidak terdeteksi saat inspeksi rutin dilakukan.

Ia mengatakan pihaknya kemudian menyimpulkan bahwa penyebab kebakaran tangki berasal dari sambaran petir yang terjadi pada pukul 23.09 WIB.

Petir tersebut, kata dia, menyebabkan degradasi pada dinding/plat/las-lasan di tangki G yang menyebabkan penipisan dinding yang disusul dengan robek dan bocornya dinding tangki tersebut.

"Adapun penyebab kebakaran terjadi akibat sambaran petir atau induksi pada tangki G yang berdampak terjadinya segitiga api yaitu oksigen, vapor, hidrokarbon, serta sambaran petir," katanya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Rabu (29/9).

Ia menambahkan bahwa dari kajian tersebut, ada tiga tindakan yang diambil Pertamina. Pertama, menyempurnakan accelerate preventive response (APR) dan meningkatkan standar pengawasan.

Kedua, pengalihan jalan depan kilang guna melindungi masyarakat dan pengguna jalan sekitar kilang. Ia mengatakan saat ini pihaknya telah mendapat rambu hijau dari pemda setempat untuk membangun pengalihan jalan tersebut.

Ketiga, menambah buffer zone di area terdampak di Desa Kesambi seluas 31 hektare. Di sisi lain, Pertamina juga menyiapkan ganti rugi kepada masyarakat terdampak, sayangnya Djoko tak merincikan berapa besaran ganti rugi tersebut.

"Saat ini kami sedang koordinasi dengan KJPP untuk penghitungan ganti rugi dan sosialisasi kepada masyarakat yang mempunyai tanah di daerah Kesambi tersebut," pungkasnya.



(https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210929130707-85-700987/pertamina-korosi-dan-petir-sebab-kebakaran-kilang-balongan?utm_campaign=cnnsocmed&utm_medium=oa&utm_source=twitter)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.