Slider

GALERI

News

BUDAYA DAN WISATA

KULINER

TIPS

INFO

GALERI

SUMSEL SIAGA ASAP

Baturaja Radio - Sebagai antisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) pada 2017. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pada 1 Februari mendatang, menetapkan status siaga. Hal ini terkuak usai rapat koordinasi Karhutlah, Kantor Dinas Kehutanan Sumsel, Senin (16/1).

Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, perusahaan, dan instansi terkait lainnya. Sehingga, prediksi mengenai titik panas atau hotspot yang akan mulai muncul pada Maret 2017 dapat ditekan sekecil mungkin.

"Antisipasi lebih awal ini, menjadi prioritas pemerintah. Diperkirakan jumlah titik panas pada tahun 2017 di Sumsel akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Itu karena kondisi lahan akan jauh lebih kering akibat musim kemarau normal di kisaran Maret hingga September," tegasnya.

Dari 1,4 juta hektar lahan gambut ada sekitar 400.000 hektar yang terus diawasi kondisinya agar tetap basah. Dengan melakukan pembasahan, membuat embung, dan sekat kanal. Semua itu dilakukan pemerintah yang berkoordinasi dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) dan perusahaan pemegang izin konsesi juga terus mewaspadai keberadaan lahan gambut yang ada di Sumsel.

"Lahan mineral juga terus dipantau. (Pada 2016), sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan mineral," imbuhnya.

Dengan adanya penambahan daerah yang mendapatkan perhatian khusus, dalam hal pencegahan terjadinya Karhutlah, seperti lahan mineral. Daerah yang semula hanya wilayah Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin yang didominasi lahan gambut.

Pemprov Sumsel juga memfokuskan antisipasi karhutlah pada daerah yang didominasi lahan mineral seperti Lahat, Prabumulih, Musi Rawas, dan Muara Enim. (rmolsumsel.com)