Banner

Banner
Pemkab OKU

H-3 Jelang Lebaran, Tarif Angdes di OKU Selatan Alami Kenaikan Hingga 40 Persen

H-3 Jelang Lebaran, Tarif Angdes di OKU Selatan Alami Kenaikan Hingga 40 Persenbaturajaradio.com -Pada H-4 jelang hari raya idul fitri 1439 hijriah, tarif jasa transport angkutan umum desa (Angdes) mengalami kenaikan yang cukup drastis, Senin (11/6/2018).

Informasi yang dihimpun di lapangan, kenaikan ongkos Angdes beragam mulai dari 10% hingga 40%, kenaikan ini dimulai sejak 7 juni lalu yang mengalami perubahan dari harga biasa.

Salah seorang penumpang Siti, warga Desa Ulu Danau Kecamatan Sindang Danau, mengatakan kenaikan harga mencapai Rp 20.000 atau mengalami kenaikan sekitar 40% setiap orangnya.
        
"Biasanya dari Kota Muaradua menuju Ulu Danau berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 kini mengalami kenailan drastis mencapai Rp 60.000," keluhnya.

Sedangkan tarif angdes dari Kota Muaradua menuju menuju Desa Bayur Kecamatan Kisam Tinggi, yang hanya naik berkisar 10% yakni dihari-hari biasa dengan tarif Rp 45.000 menjadi 50.000.

"Tarif angkutan desa mobil saya hanya naik Rp 5.000,"jelas Chan saat dibincangi.                                                                                                                                                                   
Dikatakan Chan, ia tidak mengetahui kalau ada kenaikan hingga mencapai 40%, dia mengatakan kenaikan Rp 5000 karena menjelang puncak arus mudik yang ramai penumpang.

Sementara itu terkait ketentuan yang telah berlaku menjelang Ramadan, Kepala Dinas Perhubungan (Kasdishub) Amroelian Thoni, S.Stp mengatakan berdasarkan himbauan dari Dishub Provinsi,
                                                                                                         
bahwa ongkos kenaikan Angdes AKDP dan AKAP memang telah telah ditetapkan namun dengan batas maksimal.

"Berdasarkan informasi dari Dishub Provinsi, bahwa tarif ongkos angkutan penumpang Angdes, AKDP dan AKAP keseluruhan yaitu dengan batas normal atau maksimal 30% dari harga biasanya," kata Kadishub.

Dikatakannya, kenaikan itupun tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan yakni pada H-7 dan H+7 hari Raya Idul Fitri, 1439 hijriah.

Sementara itu terkait pemudik, di terminal Kota Muaradua, terlihat penumpang jasa angkutan umum Angdes AKDP dan AKAP semakin ramai

(http://sumsel.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.