Ibu-ibu Harus Waspada, Sindikat Jual Beli Anak Beraksi


\
Baturajaradio.com
- Para ibu harus waspada. Karena saat ini banyak terjadi kasus jual beli anak.

Untuk jual beli bayi, gunakan mode adopsi. Bagaimanapun, para pelaku mengelabui orang tua, terutama para ibu, untuk menjual bayinya.

Bahkan diduga karena terorganisir dan profesional, para pelaku jual beli bayi juga pernah menggunakan grup WhatsApp atau WA.

Motif jual beli anak adalah diri sendiri, apalagi jika bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok sindikat.

Salah satu kasus jual beli bayi dengan sistem adopsi terungkap beberapa hari lalu oleh Polres Klaten.

Dimana pelaku diketahui bernama Lestari Ningsih alias Lia (29) warga Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah atau Jawa Tengah.

Bahkan tersangka Lia mengaku kepada polisi bahwa keuntungan dari penjualan bayi tersebut sangat menggiurkan.

beli anak tersebut rata-rata Rp 5 juta. Setelah itu, anak tersebut bisa dijual kembali hingga Rp 13 juta. Jadi untuk satu anak, Lia bisa mendapatkan Rp 8 juta.

“Pertama dijual ke Demak Rp. 13 juta. Saya dapat dari ibu hamil yang Demak lupa,” kata Lestari alias Lia kepada wartawan, Jumat, 13 Januari 2023.

Ia mengatakan, anak di Klaten didapat dari ibu hamil di Semarang, tapi dari kost di Klaten.

“Yang mau beli banyak, saya bikin grup sendiri. Tapi ada sekitar 10 orang di luar rombongan,” ujarnya.

Menurut Lia, hasil penjualan bayi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dia juga berdalih bahwa dia mengetahui bahwa dia melanggar hukum dengan tindakannya hanya setelah dia ditangkap di hotel.

“Dia ditangkap kemarin. Saya menghubungi suaminya, saya ingin dia membawanya pulang, tetapi suaminya tidak setuju. Saya sedang beristirahat di sebuah hotel dan malah ditangkap,” katanya.

Terkait harga anak yang dikandungnya saat ditangkap, Lestari mengaku tidak melakukan kesepakatan karena baru melakukan penawaran.

"Saya tidak jual ke orang Rp 20 juta sampai Rp 21 juta," katanya.

Sementara itu, akun Instagram @jualbayimaurah dengan berani mengaku menjual bayi dengan harga miring.

"TERPERCAYA Antarkan anak langsung melalui panti asuhan. Alamat: Panti Asuhan Anak Parartasih Jl. Jatinegara Barat 122, Jakarta 13320 8514938" Demikian tertulis di bio akun.

Tak menentu saja, akun tersebut langsung menuai kecaman dari warganet. Apalagi, beberapa foto yang diunggah diketahui merupakan foto bayi seseorang yang baru saja digendong.

Salah satu anak yang diambil fotonya diketahui merupakan anak dari seorang ibu bernama Sabrina.

Dalam postingan Path-nya, sang ibu mengaku akun @jualbayimorah memposting foto anaknya dengan caption yang salah.

Akun @jualbayimurah saja sudah mengunggah enam foto sang buah hati dan memiliki lebih dari 100 pengikut.

Seorang ayah bernama Samuel Sabandar yang merasa foto anaknya disebar oleh akun tersebut berkomentar di laman akun Facebooknya.

(https://okes.disway.id/read/639329/ibu-ibu-harus-waspada-sindikat-jual-beli-anak-beraksi/45)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.