Kepala Dinas Kesehatan 17 Kabupaten Kota dan Polda Sumsel Sepakat Perkuat Implementasi 3T

Kepala Dinas Kesehatan 17 Kabupaten Kota dan Polda Sumsel Sepakat Perkuat Implementasi 3T  

baturajaradio.com - Kepala Dinas Kesehatan 17 Kabupaten Kota bersama Polda Sumatera Selatan sepakat untuk menerapkan secara masif Implementasi Tracing, Tracking dan Treatment (3T).

Keputusan tersebut diambil demi memutus mata rantai persebaran Virus Corona atau Covid-19 yang dinilai masih fluktuatif meningkat.


Dikonfirmasi pada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, pihaknya secara stimulan mendistribusikan 10.000 alat rapid antigen kesetiap kabupaten kota dan 4.000 alat rapit dari Polda Sumsel. 


Yang nantinya akan disebar ke Puskesmas untuk mempermudah pelaksanaan Tracing bila ada warga masyarakat terindikasi Covid-19.


"Selama ini kita  lemah di Tracing, rata-rata hanya mampu maksimal 500 orang per hari. Sedangkan anjurannya 1.000 orang per hari untuk Tracing. Itulah mengapa kita sempat kewalahan atasi lonjakan kasus aktif beberapa pekan lalu," ujar Lesty saat ditemui di salah satu Puskesmas kawasan Sukarame, Selasa (25/5/2021).


Oleh karena itu, mulai sekarang dan nantinya, pihak Dinkes Sumsel akan meningkatkan Tracing pada masyarakat.

Lesty juga menjelaskan, tidak hanya memastikan pasokan alat rapid antigen untuk menunjang implementasi Tracing. 


Namun Dinkes Sumsel juga akan melakukan penambahan laboratorium, yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan hasil tes PCR. 


"Apabila setelah dilkukan rapid Antigen, dan dinyatakan positif Covid-19, masyarakat tersebut akan langsung dites PCR, yang diperiksakan dilaboratorium. 


Untuk itu jika hanya mengandalkan BBLK saja akan kewalahan," jelasnya.


Sementara ini, sudah ada 15 laboratorium tambahan, yang masing-masing mampu melakukn test pada 1.800 orang per harinya.


Lesty menambahkan pihaknya akan memastikan keberadaan penambahan ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) disejumlah rumah sakit.


Diantaranya di RSUD Moh Hussein Palembang sebanyak 64 bed, disusul RS Bari, RS Pusri, RS M Hasan Bhayangkara. 


"Sekarang BOR kita keterisiannya 47 persen, itu sudah sangat turun dari beberapa hari yang lalu waktu ada Doni Monardo, bahkan 70 persen khususnya Palembang," katanya.


Selain itu, penanganan isolasi pasien COVID-19 di Wisma Atlet JSC sekarang tidak lagi berdasarkan asal pasien dari Kabupaten-Kota atau Provinsi mana. 


Melainkan tersedia untuk semua pasien Covid-19, asalkan memiliki surat rekomendasi rujukan dari Puskesmas atau Rumah Sakit dimana mereka dirawat.


"Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi, yang diharapkan dapat menuntaskan rantai persebaran Covid-19,"kata Lesty.



Sumber Artikel::  https://palembang.tribunnews.com/2021/05/26/kepala-dinas-kesehatan-17-kabupaten-kota-dan-polda-sumsel-sepakat-perkuat-implementasi-3t?page=2.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.