Fokus Atasi Pandemi

 


Baturajaradio.com --  Presiden Joko Widodo melantik enam menteri baru dan lima wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (23/12) pagi. Salah satu pesan utama bagi para menteri baru adalah soal percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Pelantikan diselenggarakan pada pukul 09.30 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di antara yang dilantik adalah Yaqut Cholil Qoumas  sebagai menteri agama, Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai menteri kesehatan, Tri Rismaharini sebagai menteri sosial, Muhammad Lutfi sebagai menteri perdagangan, Sakti Wahyu Trenggono sebagai menteri kelautan dan perikanan, dan Sandiaga Uno sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Khusus mengenai tugas yang diminta oleh Bapak Presiden agar difokuskan segera bisa dilakukan agar bagaimana kami bisa menangani masalah Covid-19 ini dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” kata BGS seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12).

Untuk menangani pandemi Covid-19 ini, kata dia, pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik asosiasi kedokteran, pemerintah daerah, maupun masyarakat. "Kemenkes tidak mungkin melakulannya secara eksklusif, kita harus melakukannya secara inklusif," kata dia dalam keterangan selanjutnya.

Ia sebelumnya juga menjanjikan akan membangun sistem layanan kesehatan publik yang lebih kuat dan siap untuk mengatasi pandemi. “Agar generasi sesudah kita bisa menghadapi SARS-CoV-3 atau SARS-CoV yang kita tidak tahu kapan datangnya,” ujar BGS.

Sebagai ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, BGS terlibat dalam sejumlah langkah penanganan pandemi. Di antaranya pengadaan alat tes polymerase chain reaction (PCR), kontrak pengadaan vaksin Covid-19, dan obat thereupatic Covid-19. Selain itu, BGS juga aktif memonitor 70 rumah sakit BUMN dalam penanganan Covid-19.

Sedangkan, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyasar perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang baru. Kemudian, penyaluran Bansos nontunai serta penyelesaian penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) 100 persen hingga akhir tahun 2020.

Dengan perbaikan DTKS ini, Risma yakin akan memperbaiki banyak hal, terutama ketepatan sasaran bansos. Terkait penyaluran nontunai, Risma mengatakan akan mengoptimalkan Pos Indonesia dan Bank Himbara, termasuk di Jabodetabek.

Mensos Risma juga akan mengevaluasi berbagai program dari pejabat sebelumnya yang ia anggap berpotensi membuka peluang terjadinya korupsi, termasuk pembagian bansos berupa bahan-bahan pokok.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yakin peningkatan ekspor bisa menjadi daya ungkit baru untuk perbaikan ekonomi nasional yang terimbas pandemi Covid-19. "Saya memastikan bahwa barang Indonesia bisa diekspor dan kompetitif di dunia," kata Lutfi di gedung Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (24/12).

Terlebih, produk-produk Indonesia memiliki kesempatan yang baik untuk berkompetisi di kancah dunia. "Ini adalah agenda utama yang akan saya laksanakan pada waktu yang singkat ini," tutur Lutfi.

Sedangkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kementeriannya akan berusaha menyelamatkan jutaan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi. Ia menjanjikan akan mengadopsi strategi inovasi dengan menggunakan teknologi dan pendekatan big data untuk memetakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Sandiaga juga menjanjikan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk merancang adaptasi sektor tersebut di masa pandemi. “Kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini sangat bergantung pada proses pemulihan kesehatan dan upaya menerapkan prokes secara ketat,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjanjikan pemulihan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sebelumnya diguncang kasus korupsi menteri terdahulu. "Sesuai arahan, saya dipercaya memimpin dan bisa memulihkan KKP untuk kemajuan bangsa," ujar Trenggono di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Rabu (23/12).

Trenggono menyatakan ingin segera berkeliling Indonesia beserta jajaran untuk bertemu nelayan dan mencarikan solusi masalah-masalah yang terjadi di lapangan. "Harapan saya, kita semua sudah bisa mulai bekerja dengan semangat. Kita (jajaran KKP) harus bangkit," kata Trenggono.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, impian yang akan ia wujudkan saat menjabat nanti adalah menjadikan agama sebagai inspirasi. "Saya tidak ingin dari kementerian ini muncul sikap-sikap, cara-cara diskriminatif satu sama lain," kata Yaqut di kantor Kementerian Agama. Ia juga menyatakan akan mengupayakan peningkatan ukhuwah dan kemajuan pendidikan keagamaan. n rr laeny sulistyawati/retno wulandhari/m nursyamsi ed: fitriyan zamzami

'Mendengar dan Berkomunikasi Lebih Baik'

Para menteri baru dilantik dalam kondisi negara yang masih tak menentu akibat deraan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika sejumlah pihak menilai kerja-kerja para pejabat baru nanti bakal tak mudah.

Saleh Partaonan Daulay, anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan, menilai Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) harus dapat menjawab keraguan publik mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia. “Keraguan itu harus dijawab oleh Pak BGS. Pak BGS tentu sudah memahami bahwa tugas sebagai menkes sangat berat," ujar Saleh saat dihubungi, Rabu (23/12).

Latar belakang BGS yang bukan dari bidang kesehatan, menurut Sale, tak semestinya menjadi alasan. "Dengan pengalaman dalam memimpin berbagai lembaga yang pernah dilakoni sebelumnya, tugas memimpin Kemenkes semoga dapat dijalankan dengan baik," ujar anggota Fraksi PAN tersebut.

BGS juga punya beban karena harus membuktikankerjanya nanti lebih baik daripada menteri kesehatan terdahulu yang mendapat banyak sorotan dan kritikan sepanjang pandemi berlangsung. "Kita semua berasumsi bahwa Pak BGS pasti lebih bagus. Itu tantangan yang harus dibuktikan oleh BGS," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga menunggu pelayanan kesehatan yang lebih baik. Harapannya, keenam menteri baru ini dapat menambah kekuatan bagi pemerintah untuk meningkatkan performa dalam melayani masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Kuntjoro Adi Purjanto mengatakan perlunya evaluasi terhadap setiap kekurangan yang ada pada situasi kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap bidang kesehatan. "Saya berharap ini sambil jalan mengatasi kondisi yang sekarang, yang kurang, ini dilakukan satu evaluasi lagi. Kemudian, didengarkan apa yang harus dilakukan tahun baru ke depan, yang belum tahu kapan selesainya Covid-19 ini," kata dia.

Ia menekankan, layanan kesehatan di Indonesia saat ini membutuhkan perbaikan. Oleh karena itu, Kemenkes tidak bisa bekerja sendiri, perlu berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, atau mitra lainnya. "Jadi, bahasa untuk menjawab bahwa memaksimalkan otonomi agar menjadi lebih baik itu artinya bahwa kita harapkan beliau melakukan komunikasi yang lebih baik juga dengan kementerian dan lembaga yang lain," katanya.

Sedangkan, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menilai pelaku pasar keuangan dan ekonomi saat ini ingin melihat peningkatan kemampuan pemerintah dalam menangani Covid-19. Hal ini menyusul pergantian jajaran menteri pada Kabinet Indonesia Maju II.

"Bahwa perekonomian juga butuh adanya kenaikan peringkat dari confidence. Itu ujungnya bahwa penanganan Covid yang relatif lebih baik, artinya ke depan kita bisa cegah adanya peningkatan kasus," ujarnya, Rabu (23/12).

Menurut dia, jika penyebaran pandemi Covid-19 bisa ditekan hingga tiga bulan mendatang atau kuartal I 2021 maka itu akan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat. "Kalau misalnya dalam tiga bulan ke depan kemudian jumlah korban Covid-19, misalnya, penambahannya cuma 100 orang maksimal atau bahkan di bawah 100 orang, pasti orang langsung boosting mobilitas dan confidence-nya juga," ucapnya.

Oleh sebab itu, hal yang diharapkan pelaku pasar saat ini adalah perombakan kabinet Jokowi yang bisa menghasilkan penanganan Covid-19 lebih baik. "Nah, ujung-ujungnya kalau reshuffle kabinet memang menghasilkan kemudian dampaknya sektor kesehatan seperti itu, bayangan saya, ini bisa dorong peningkatan confidence pasar dan dampaknya ke perekonomian relatif meningkat," ucapnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Niam Sholeh meminta Yaqut Cholil Qoumas yang telah dilantik sebagai menteri dapat menyelesaikan masalah-masalah keagamaan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

"Ahlan wa sahlan Menteri Agama Gus Yaqut. Pekerjaan rumah kita yang mendesak dalam masalah keagamaan adalah membangun harmoni di tengah keberbedaan, mengonsolidasikan seluruh kekuatan umat beragama menjadi harmonis dan terkoordinasi, menjadi modal sosial untuk bangkit bersama," ujar Niam dalam pesan yang diterima Republika, Rabu (23/12). 


(https://www.republika.id/posts/12703/fokus-atasi-pandemi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.