Pasca Pengalihan Arus Akibat Jembatan Putus Pematang Panggang, Lalu Lintas di OKU Padat Merayap

Pasca Pengalihan Arus Akibat Jembatan Putus Pematang Panggang, Lalu Lintas di OKU Padat  Merayapbaturajaradio.com -Pasca pengalihan arus menyusul putusnya jembatan Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Lalu lintas kendaraan di Jalan Lintas Tengah melalui Kabupaten OKU padat merayap.

Pantauan dilapangan Kamis (20/6/2019), arus kendaraan khususnya jenis truck nampak memadati sepanjang ruas jalan Lintas Tengah Baturaja-Prabumulih. Suasananya persis seperti arus mudik lebaran beberapa waktu lalu.

Kepadatan arus lalu lintas terjadi di perempatan kelurahan Sukajadi. Karena, fuso sarat muatan dari arah Lampung, memilih jalur kecamatan Lubuk Batang untuk menuju Kota Palembang.

Kendaraan fuso yang melintas, lebih mirip kendaraan kontainer besar melakukan konvoi 4-5 lima unit, mengarah ke Palembang lewat jalur Lubuk Batang.


Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Amnilson Ssos MSI kepada awak media menjelaskan, pihaknya sudah menerima informasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, agar mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas melalui Kabupaten OKU menyusul ditutupnya jalan Lintas Timur Kabupaten OKI pasca putusnya Jembatan Pematang Panggan Kecamatan Mesuji.

Menurut Kadishub OKU, pihaknya sduah memantau kondisi lalulintas di Jalan Lintas Tengah. Sejauh ini, menurut dia, lalulintas kendaraan besar masih berlangsung lancar. Namun, jika terjadi kepadatan lalulintas, pihaknya akan menerjunkan petugas untuk mengruai kemacatean arus llau lintas.

Dikesempatan itu Kadishub menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan selain menempatkan petugas, juga melakukan pemasangan spanduk penunjuk arah untuk mengantiispasi agar tidak ada pengendara yang salah masuk ruas jalan.

Upaya ini dapat membantu sopir yang tidak hafal jalan. Lebih jauh Kadishub menjelaskan, tidak semua kendaraan dari Jalur Lintas Timur akan masuk ke Lintas Tengah. Karena untuk kendaraan kecil kemungkinan masih bisa melintas di Lintas Timur lewat jalur alternatif. "Kalau untuk kendaraan besar, memang ditutup. Tidak boleh melintas, " terang Aminilson.

Disisi lain pengalihan arus ini ramai diperbincangkan masyarakat Kota Baturaja, soalnya konvoi-konvoi truck armada barang yang melintas jalan di Kota Baturaja ini terkadang tidak memberi ruang kepada pengendara lain. Akibatnya sejumlah kendaraan pribadi harus menunggu cukup lama sampai konvoi kendaraan jenis truck ini habis.

“ Konvoinya panjang sampai enam truck kalau bertemu dipersimpangan terkadang kita harus lebih sabar menunggui,” kata salah seorang pengedara mobil pribadi seraya berharap sopir truck yang konvoi agar memberi ruang kepada kendaraan lain untuk melaju khususnya didalam kota. (https://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.