Banner

Banner
Pemkab OKU

Keinginan Pegawai Mitra Ogan Bertemu Menteri BUMN Dimediasi Setelah Pemilu

Keinginan Pegawai Mitra Ogan Bertemu Menteri BUMN Dimediasi Setelah Pemilubaturajaradio.com -Keinginan Pegawai PT Perkebunan Mitra Ogan bertemu Menteri BUMN kini sudah mulai ada titik terang. 

Tuntutan karyawan yang minta difasilitasi oleh pemerintah daerah akan dibahas lebih lanjut setelah pemilu sambil menunggu hasil dari BPK.

Hal itu terungkap rapat mediasi pembahasan Permasalahan PTP Mitra Ogan antara pihak Direksi PTP Mitra Ogan dengan Bupati OKU dan unsur muspida serta pihak terkait.

Rapat dilakukan di ruang Bina Praja Pemkab OKU Senin (8/4/2019). 

Pertemuan dihadiri Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, Dandim 0403/OKU Letko lArm.Agung Widodo S.Sos, Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari, Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Abunawas SH. 

Asisten 1 Setda OKU Drs H M Zandi Soleh MM, Kabag Ops Polres OKU Kompol M Ginting, Asisten II Setda OKU Fahruddin SE MM, Asiten III Setda OKU Suharmasto SKM M Epid , Kadin Disnaker Ilhammudin SH MM, Kaban Kesbangpol OKU Taufik Zubir SH MM . 

Camat Peninjauan Zahrudin, Danramil 403-02/Peninjauan Kapten Inf Supriyono dan Kabag Tapem OKU Priyatno Darmadi MSi. 

Sedangkan dari pihak PTP Mitra Ogan hadir Direktur Utama PTP Mitra Ogan Novinsah Indra SE MM. Direktur Produksi Ir Sigit Sudayanto MM.

Dikesempatan itu Bupati OKU mengatakan, munculnya permasalahan ini karena urusan perut. 

Bupati minta penjelasan dari pihak Direksi PTP Mitra Ogan masalah kemelut yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Apalagi ada isu yang beredar bahwa managejemen PTP Mitra Ogan akan diambil alih oleh PT Laskar ini juga turut mempengahruhi kenyamanan pegawai dalam bekerja.

Bupati juga berharap agar PTP Mitra Ogan yang sedang dalam pemeriksaan dari BPK agar prosesnya cepat selesai.

Menanggapi pertanyaan Bupati OKU, Direktur Utama PTP Mitra Ogan Novinsah Indra SE MM menjelaskan, terkait adanya isu pergeseran manajemen perusahaan itu hanya proses restruksisasi dengan cara bekerja sama dengan pihak PT Laskar.

Tetapi bukan menjual aset melainkan untuk memperlancar pinjaman dana ke pihak perbankan sehingga ekonomi perusahaan dapat kembali lancar.

Dijelaskan Dirut PT Mitra Ogan, PT Laskar merupakan anak cabang dari RNI ( Rajawali Nusantara Indonesia ) dan termasuk dalam BUMN juga.

Lebih jauh Novinsah menjelaskaan, mulai tahun 2011 PTP Mitra Oogan mulai berkembang yaitu di wilayah Kabupaten Muba dan Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Sejak saat itu keadaan perusahaan mulai timbul permasalahan. 

Saat ini luas kebun PTP Mitra Ogan di wilayah Kabupaten Ogan Komeirng Ulu tercatat 37.000 Ha dengan jumlah karyawan sekitar 1.570 orang yang hampir selruh karyawan berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu.

“Sampai saat ini karyawan PTP Mitra Ogan masih diberi gaji namun untuk tanggal dan waktu pembayaran diundur,” ujar Dirut PTP Mitra Ogan.

Sedangkan Kapolres OKU menghimbau agar PTP Mitra Ogan tetap menjaga situasi aman dan kondusif terutama menjelang pemilu.

Kemudian pihak Direksi dapat besinergi dengan SPSI dan SPMO dalam penyelesaian setiap masalah yang timbul ditubuh perusahaan. Kemudian Dandim 0403/OKU menegaskan unsur muspida tidak akan ikut campur urusan manajemen PTP Mitra Ogan. 

Dandim juga berpesan kepada jajaran direksi agar menyampaikan setiap perkembangan dan masalah yang ada di PTP Mitra Ogan kepada pihak Pemkab OKU. ( (http://palembang.tribunnews.com/)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.