Banner

Banner
Pemkab OKU

Penah Capai Rp 100 Ribu, Kini Harga Lada Turun Jadi Segini, Petani Lada OKUS : Tidak Sesuai

Penah Capai Rp 100 Ribu, Kini Harga Lada Turun Jadi Segini, Petani Lada OKUS : Tidak Sesuaibaturajaradio.com -Komunitas Petani Lada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mengeluhkan murahnya harga lada saat ini.

Pasalnya lada ini menjadi komuditas unggulan kedua di OKU Selatan setelah kopi.

Sejak hargannya melambung, banyak warga OKU Selatan yang menanam lada.

Namun sejak lima tahun belakangan, harga lada terjun bebas, menjadi Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram dari harga sebelumnya mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Salah seorang petani Maskur (45) yang tinggal di desa Sebaja Kecamatan Sungai Are, mengatakan harga lada atau sahang (sebeutan warga OKU Selatan) saat ini tidak sesuai dengan perawatannya.

"Saat ini harga lada Rp 40.000 perkilonya, saya sebagai petani tetap berharap harga kembali mahal mengingat perawatan tumbuhan lada ini sangat sulit," ujarnya. Rabu (04/7/2018)

Menurutnya perawatan tumbuhan akar yang menjalar pada tumbuhan lainnya tersebut membutuhkan perawatan yang lebih agar terhindar dari tidak cepat mandi.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Ansar (37), salah seorang tengkulak lada, dirinya mengatakan harga lada sulit diprediksi, sesuai dengan perputaran Dollar.

"Selaku pembisnis hasil bumi, harga lada sulit untuk diprediksi, harga lada terkadang bisa berubah dalam beberapa waktu hingga mencapai Rp 10.000 perharinya,"jelasnya.

Dikatakanya, hasil lada terkadang ia pasok ke kota dan terkadang dikirim kewilayah yang telah ditentukan.


(http://palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.