Banner

Banner
Pemkab OKU

Akan Bangun 16 Reaktor Nuklir, Saudi Rilis Pedoman Energi Atom


Baturajaradio.com - Pemerintah Arab Saudi telah secara resmi menyetujui program kebijakan nuklir nasional. Di bawah kebijakan ini, Saudi akan mengupayakan pengembangan nuklir untuk tujuan damai.

Saudi tengah mengupayakan kekuatan nuklir untuk memberi variasi suplai energi yang selama ini bergantung pada minyak. Seperti dilansir AFP dan media lokal Arab News, Rabu (14/3/2018), pemerintah Saudi mengkaji kebijakan itu dalam rapat kabinet pada Senin (12/3) waktu setempat. Rapat dipimpin Menteri Energi Saudi, Khalid Al-Falih, yang juga menjabat Ketua King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy.

King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy merupakan organisasi independen yang didirikan berdasarkan Perintah Kerajaan pada April 2010. Kota ini memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan program energi atom dan terbarukan di Saudi.



Dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) bahwa kebijakan ini mengatur pembatasan aktivitas nuklir untuk tujuan damai. Usai dikaji dan disetujui, panduan baru lantas dirilis untuk memastikan pengembangan nuklir mematuhi setiap legislasi, konvensi dan kesepakatan internasional.

Pemerintah Saudi menyerukan seluruh pihak yang terlibat program nuklir ini untuk menjunjung tinggi transparansi dalam urusan organisasional dan operasional. Semua pihak juga diimbau mematuhi prosedur keamanan dan keselamatan nuklir melalui sistem pemantauan independen.

Diserukan juga penyempurnaan langkah-langkah keselamatan, serta penggunaan praktik terbaik dan sesuai standar internasional untuk pengolahan limbah radioaktif. 




Kerajaan Saudi berusaha mempercepat rencana pembangunan 16 reaktor nuklir untuk dua dekade ke depan. Sejumlah pejabat dan pengamat menyebut rencana itu memakan biaya hingga US$ 80 miliar. Beberapa waktu lalu, Saudi telah mengumumkan akan membangun dua reaktor nuklir pertama dari 16 reaktor tersebut. 

Mengenai perusahaan yang akan membangun dua reaktor pertama tersebut rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat. Selain perusahaan AS Westinghouse, perusahaan dari negara lain seperti dari Rusia, Prancis, China dan Korea Selatan juga tertarik untuk terlibat.

Pengumuman disetujuinya kebijakan nuklir ini disampaikan menjelang kunjungan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, ke Amerika Serikat (AS) pada 19-22 Maret mendatang. Kunjungan itu dipandang sebagai upaya finalisasi kerja sama nuklir sipil antara Saudi dan AS. 


Sejumlah pengamat menyuarakan kekhawatiran bahwa program nuklir Saudi ini akan digunakan dalam melawan musuh abadi mereka, Iran. Namun Saudi selalu bersikeras bahwa program nuklir ini untuk tujuan damai.

(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.