Header Ads

Bantah Ada Keterlambatan Visa, Menag: Ada Jemaah Ingin Pindah Gelombang 1

Baturaja Radio - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkali-kali menegaskan tidak ada visa jemaah haji yang terlambat. Masalah yang terjadi adalah ada sebagian jemaah di gelombang dua yang ingin pindah ke gelombang satu.

Kementerian Agama (Kemenag) membagi jemaah haji menjadi dua gelombang pemberangkatan berdasarkan kloter. Kloter awal masuk dalam gelombang satu yang diberangkatkan sejak tanggal 9 Agustus 2016 kemarin. Sedangkan kloter akhir masuk gelombang dua yang mulai berangkat 22 Agustus mendatang.

Semua visa gelombang satu sudah jadi. Sedangkan visa jemaah haji gelombang dua masih dalam proses penyelesaian. Kemenag prioritaskan visa jamaah gelombang satu karena mereka berangkat lebih dulu.

"Jadi prioritas (visa) pada gelombang satu dulu, baru bepindah ke gelombang dua," kata Lukman di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016).

Namun kenyataannya ada jemaah gelombang dua yang pindah ke gelombang satu. Mereka pindah karena ingin satu kloter dengan pembimbingya, saudara atau temannya. Sesuai jadwal visa mereka memang belum selesai karena baru berangkat akhir Agustus nanti.

"Sehingga ketika tiba pemberangkatan gelombang satu atau kloter awal yang bersangkutan visanya belum selesai ya tentu tak bisa diberangkatkan," ucap Lukman.

Menurutnya Kementerian Agama tidak mungkin memberangkatkan jemaah yang visa dan paspornya belum siap.

"Tidak bisa berangkat lalu mereka bilang bahwa saya tertunda keberangkatannya. Visa belum keluar karena memang mereka berada di gelombang atau kloter II," jelas Lukman.

Lukman mengungkapkan proses pembuatan visa jemaah gelombang dua sedang berlangsung dan sejak dua hari lalu tinggal 262 jemaah yang belum memiliki visa. "Mudah-mudahan jelang 22 Agustus gelombang dua diberangkatkan semua sudah selesai," ucapnya.

Menurut Lukman harusnya perpindahan kloter tidak bisa dilakukan karena akan mempengaruhi jadwal yang sudah ada. Sehingga ujung-ujungnya akan terjadi masalah.

"Sesungguhnya tidak bisa pindah-pindah (kloter). Berdasarkan pengalaman tahun lalu soal pengurusan visa bermasalah, kloter itu sudah dibentuk sejak awal. Pengurusan visa itu per kloter, kloter pertama itulah yang diprioritaskan diurus terlebih dahulu, bertahap ke kloter terakhir. Perpindahan jemaah bisa mempengaruhi konfigurasi kloter karena kekosongan seat harus diisi jemaah lain. Ini kan bisa merusak sistem yang ada, jadi mutasi kloter bisa dengan alasan sakit atau meninggal dunia," tutupnya.(detik)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.