Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Bertahun Rusak, Pemerintah Dituding Lamban Perbaiki Jalan Pusar


Baturaja Radio.comAbrasi badan jalan eks lintas provinsi di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat, tampaknya tidak ada yang sanggup memperbaiki.

Kerusakan terjadi saat Gubernur Sumatera Selatan dijabat Alex Noerdin, dan berganti ke H Herman Deru yang bakal habis masa jabatannya sebentar lagi, belum ada langkah perbaikan.

Padahal, usulan perbaikan sudah sering disampaikan. Terlebih saat anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) V.

Jalan yang berlokasi di dusun I Desa Pusar ini, sudah lama longsor. Sebab dari luas jalan berkisar 6 meter, kini hanya tinggal sekitar 3 meter saja.

Sementara, meski jalan tersebut tidak lagi berstatus lintas provinsi, namun kendaraan angkutan desa masih memanfaatkannya termasuk kendaraan perusahaan PT Tonggak Ampuh.

“Sekarang ini sudah pasrah saja. Mau diperbaiki sukur, nggak direspon juga tidak apa-apa, “ ujar warga setempat yang mengaku bernama Kardi.

Jika pun jalan tersebut putus, kata dia, tentu masyarakat sudah tahu cari jalan alternatif, meski agak jauh harus berputar ke tengah Kota Baturaja.

“Cuma itu satu-satunya solusi, “ sebutnya.

Yang dikhawatirkannya saat ini, sambungnya, saat musim penghujan nanti. Karena, selama beberapa bulan kemarau melanda, membuat tanah di bawah jalan mengering.

Hal ini dapat memicu longsor. Ketika hujan deras yang terjadi, membuat tanah bergerak.

“Kalau dari kemarau terus hujan, biasanya ada yang ambrol. Jalan yang retak di tepi jalan itu, karena hujan, “ katanya.

Senada diungkapkan Yadi, warga Kelurahan Batukuning. Ia justru mengkritik pemerintah provinsi, karena sangat lamban menangi potensi longsor.

Berkaca dari jalan terbis di depan RM Tiga Saudara jalan Lintas Sumatera Kelurahan Batukuning, meski resiko terbis sangat minim, namun langsung direspon pemerintah pusat.

“Jalan longsor depan Tiga Saudara sudah rampung dikerjakan, tapi jalan di Desa Pusar masih seperti dulu, “ jelasnya.

Meski jalan tersebut tidak lagi dilintasi kendaraan besar, namun kendaraan kecil antar desa masih memanfaatkannya, karena jarak tempuh yang dipotong.

“Kalau jalan itu terputus, warga dari arah Pusar ke Batukuning harus lewat pasar. Mau tak mau, kecuali ada jembatan darurat khusus untuk sepeda motor, “ tandasnya.

Usulan perbaikan jalan untuk mengantisipasi abrasi jalan, sudah sering disampaikan. Baik dari masyarakat yang menghadiri reses, maupun pemerintah kecamatan.

Abrasi sudah mulai terlihat sejak 2015 silam. Badan jalan selebar 6 meter masih menyisakan lahan kosong yang berdampingan dengan sungai sekitar 3 meter.

Namun karena tendangan air serta minimnya penahan tanah jalan, sehingga dinding tanah jalan ambrol, saat debit sungai naik dan berarus deras. (ofa)

https://okusatu.id/bertahun-tahun-rusak-pemerintah-dituding-lamban-perbaiki-jalan-pusar/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.