Jelang Bulan Ramadhan, Harga Bawang Merah di Lubuklinggau Mulai Merangsek Naik


Baturajardio.com - Sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikan di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) meski bulan Ramadhan masih satu bulan lagi.

Pantauan Tribunsumsel.com di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau komoditi yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan adalah bawang merah.

Sejumlah pedagang pun mengeluhkan adanya kenaikan harga tersebut yang mengakibatkan penjualan mereka menurun drastis.

Ujang salah satu pedagang mengatakan sebulan lalu harga bawang merah di pasar Inpres masih dikisaran Rp 26 ribu per kilogram, saat ini harganya naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

"Naiknya bertahap dari sebulan lalu, untuk sekarang kami pengecer menjual Rp 35 ribu per kilogram," kata Ujang pada Tribunsumsel.com, Kamis (3/3/2022).

Ujang menyampaikan kenaikan harga bawang saat ini memang dari agennya, informasi yang di proleh Ujang dari agen mengatakan bila di pulau Jawa banyak daerah penghasil bawang gagal panen.

"Katanya (Agen) sekarang banyak gagal panen, sekarang bawang Brebes saja kosong, yang kami jual sekarang bawang dari Demak," ungkapnya.

Akibat kenaikan harga bawang saat ini turut berimbas pula pada sepinya pembeli.

"Dulu omset sehari bisa sampai Rp 4 juta, sekarang dapat Rp 400 ribu saja sudah bersyukur, terutama sejak pandemi ini sepi sekali," ujarnya.

Lanjut Ujang, sebelum pandemi dulu 30 Kg bawang merah bisa habis dalam sehari, paling lambat dua hari, tapi sekarang saking sepinya paling cepat empat hari kadang sampai seminggu

"Bahkan kadang sampai busuk-busuk tidak laku, apalagi kalau bawangnya basah, bila tidak dipisah cepat sekali nularnya ke yang lain," ungkapnya.

Nilawati salah satu pembeli khawatir harga bawang semakin naik, mengingat sebulan lagi bulan Ramadan akan tiba, otomatis  bawang merah dan komoditi lainnya akan naik.

"Jangan-jangan sampai bulan puasa nanti naiknya, kalau sudah naik habis lebaran baru turun lagi," timpalnya.

Sementara pantauan komoditi lainnya seperti bawang putih masih normal Rp 25 ribu per kilogram, Cabai merah Rp 40 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 26 ribu per kilogram, ayam potong Rp 34 ribu.

Sementara komoditi lainnya yang ikut naik cabai setan Rp 70 ribu per kilogram, daging sapi Rp 130 per kilogram, dan ikan nila Rp 34 ribu per kilogram.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kota Lubuklinggau Surya Darma mengatakan, setiap seminggu sekali selalu melakukan pengawasan dan monitoring, harga saat in relatif stabil.

Walau pun ia mengakui ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan.

"Yang naik itu tidak merata hanya terjadi pada beberapa pedagang tertentu, seperti bawang, cabe, tapi pedagang lain tidak naik, tidak merata," katanya.

Ia pun meminta kepada masyarakat yang belanja untuk menawar, karena pedagang ini memanfaatkan momentum Nataru untuk mencari untung sebesar-besarnya.

"Secara umum saya perhatikan masih stabil tidak mengalami kenaikan," ujarnya.

(https://palembang.tribunnews.com/2022/03/03/jelang-bulan-ramadhan-harga-bawang-merah-di-lubuklinggau-mulai-merangsek-naik)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.