Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Sumsel Urutan Kedua Tingkat Penyalahgunaan Narkoba Tertinggi

Sabu-sabu Seberat 492,9 Gram Diblender, Sumsel Urutan Kedua Tingkat Penyalahgunaan Narkoba Tertinggibaturajaradio.com -   Sumatera Selatan (Sumsel) masuk urutan kedua setelah Sumatera Utara (Sumut) secara nasional tingkat penyalahgunaan narkoba.

Halini disampaikan Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kompol Dwi Utomo didampingi Kasubbid Penmas Kompol Erlangga SE MH disela - sela pemusnahan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 492,9 gram dilakukan dengan cara diblender di gedung Ditresnarkoba Polda Sumsel, Selasa (16/11/2021).


"Kita sangat prihatin dengan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumsel. Karena berdasarkan prevalensi dari BNN Sumsel urutan kedua secara nasional tingkat penyalahgunaan narkoba. Kita dari Ditresnarkoba terus gencar memberantas peredaran narkoba di Sumsel tanpa pandang bulu," kata Dwi Utomo.


Dikatakan Dwi Utomo, pemusnahan barang bukti dengan cara diblender ini merupakan bentuk tanggung jawab Ditresnarkoba agar tidak disalah gunakan oleh oknum.

Pemusnahan barang bukti ini juga sudah ada penetapan dari kejaksaan.


Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kompol Dwi Utomo didampingi Pengacara dan ketujuh tersangka kurir narkoba disaksikan oleh pihak kejaksaan Sumsel melakukan pemusnahan barang bukti sabu - sabu seberat 492,9 gram, di gedung Ditresnarkoba Polda Sumsel, Selasa (16/11/2021).
Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kompol Dwi Utomo didampingi Pengacara dan ketujuh tersangka kurir narkoba disaksikan oleh pihak kejaksaan Sumsel melakukan pemusnahan barang bukti sabu - sabu seberat 492,9 gram, di gedung Ditresnarkoba Polda Sumsel, Selasa (16/11/2021). (SRIPOKU.COM/Humas Polda Sumsel)

"Barang bukti sabu seberat 492 gram ini hasil ungkap kasus pada Oktober dan November 2021 dengan tujuh tersangka. Dengan dimusnahkan barang bukti ini sedikitnya 2.975 generasi muda bisa kami selamatkan dari penyalahgunaan narkoba," bebernya.


Lebih lanjut dikatakan Dwi, rata - rata tujuh tersangka yang ditangkap adalah kurir, mereka disuruh bandar untuk mengantar barang ke pemesanan dengan upah yang beragam.


"Berdasarkan pengakuan para tersangka ada yang di upah 10 juta untuk tiga orang kurir, yang sangat miris ada yang di upah 500 ribu namun uangnya belum diberikan," jelasnya.


Sementara itu, tersangka Mulki (63) dengan bercucu 16 ini mengaku baru pertama kali menjadi kurir sabu hal itu ia lakukan karena kebutuhan ekonomi.




Kebetulan ia dari Medan hendak pulang ke kampungnya di Lampung tidak punya uang.

Sabu seberat 100 gram lebih yang ia bawa bersama dua temannya dari seorang bandar yang ada di Medan di bawa ke Palembang dengan menumpang bus ALS.


"Kami dijanjikan upah 10 juta bagi tiga. Tapi duetnya belum kami terima. Barang itu di pegang Dodi kami di tangkap saat mobil yang kami tumpangi masuk Palembang," tandasnya dirinya melakukan hal yang buruk ini karena kebutuhan ekonomi.



(https://palembang.tribunnews.com/2021/11/16/sabu-sabu-seberat-4929-gram-diblender-sumsel-urutan-kedua-tingkat-penyalahgunaan-narkoba-tertinggi)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.