OKU Selatan Berlakukan PPKM, Pedagang Pasar Tadisional Saka Selabung Mengeluh

OKU Selatan Berlakukan  PPKM, Pedagang Pasar Tadisional Saka Selabung Mengeluhbaturajaradio.com -Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) berdampak pada sepinya pengunjung di Pasar Tadisional Saka Selabung Muaradua.

Bahkan belum genap sepekan pedagang diberlakukan para pedagang yang mengais rejeki yang bergantung pada pengunjung pasar harus gigit jari karena pengunjung merosot tajam.

"Saat pandemi pengunjung memang telah sepi namun setelah di tambah lagi dengan PPKM,pukul 09.00 WIB pagi sudah sepi," ujar pedagang Riki (28/8).

Dampak dari menurunnya pengunjung pasar terutama dirasakan oleh pedagang sayur-mayur, daging, ikan hingga pedagang pakaian.

Para pedagang berharap PPKM Mikro yang mulai diterapkan pada 23 Juli tak diperpanjang.
"Harapannya PPKM tidak diperpanjang dan bisa diganti dengan pendekatan menerapkan disiplin prokes," tambahnya.

Pedagang buah-buahan,  Sumarni menyampaikan meski pandemi mereka tetapmemiliki kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga melalui berdagang dipasar.

"Dengan adanya PPKM pasti berdampak pada hasil jualan sehari hanya 1-3 kilo buah terjual, liat saja masih menumpuk, dan pemasukan semakin berkurang,"pungkasnya.



(https://sumsel.tribunnews.com/2021/07/28/oku-selatan-berlakukan-ppkm-pedagang-pasar-tadisional-saka-selabung-mengeluh)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.