Sumsel Zero Zona Merah, Epidemiolog; Jangan Kendor Tetap Optimalkan Prokes dan 3T

Sumsel Zero Zona Merah, Epidemiolog; Jangan Kendor Tetap Optimalkan Prokes dan 3T

baturajaradio.com - Berdasarkan peta zonasi sebaran Covid-19 pada, Selasa (16/2/2021) untuk sementara waktu  Provinsi Sumsel nol  zona merah.

Kota Palembang dan Prabumulih yang sebelumnya masuk dalam resiko tinggi statusnya sudah berubah menjadi zona oranye. 


Ahli Epidemiologi, Iche Liberty menjelaskan kasus Covid-19 di Sumsel cenderung fluktuatif atau naik turun. Tak adanya zona merah untuk saat ini merupakan gambaran data 14 hari terakhir bahwa virus corona di Sumsel cenderung mengalami penurunan. 


"Kenapa kasus aktif kita masih tinggi tetapi angka sembuh menurun. Itu karena masih banyak masyarakat yang kendor protokol kesehatannya," katanya, Rabu (17/2/2021).


Menurutnya, masih naik turunnya kasus virus corona di Bumi Sriwijaya tidak serta merta merupakan kesalahan masyarakat yang kendor prokes. Tetapi upaya dari pemerintah berupa 3T (Testing,  Tracing,  Treatment) juga dinilai masih belum begitu optimal. 


Jika ingin menekan sebaran Covid-19, seharusnya sinergitas 3M, 3T dan vaksinasi harus optimal. Sehingga upaya yang dilakukan dapat berjalan beriringan dengan baik. 


"Kita tidak tahu kapan status Covid-19 secara global ditarik. Kita tidak bisa menghilang pandemi, tetapi bagaimana kita untuk mengendalikannya agar tidak terus menyebar," ungkap Iche. 


Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang,  Yudhi Setiawan menambahkan indikator risiko Covid-19 di Palembang menurun berdasarkan hasil penilaian. Sehingga saat ini status Palembang berubah dari zona merah masuk zona oranye. 


Penetapan risiko penyebaran Covid-19 di suatu wilayah, dihitung berdasarkan skor. Yakni jika daerah berada di zona oranye, artinya indikator berada pada perhitungan poin 1,9 hingga 2,4. Penilaian zona pada satu daerah dihitung melalui evaluasi 15 indikator utama.


"Kalau dihitung berdasarkan skornya sudah masuk 2,5 (kuning), bahkan indikatornya sudah menurun. Indikatornya 2,5 sampai 3 (kuning), kita hampir berarti 2,5 bagus," jelas Yudhi. 


Dijelaskannya, indikator perhitungan skor tersebut meliputi kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan dua indikator pelayanan kesehatan. 


Selain itu,  kasus meninggal dunia akibat pandemik Covid-19 dalam sepekan terakhir baru ada dua kasus. Sedangkan penambahan harian sekitar 20 orang. 


"Kalau di total per minggu dibanding minggu lalu lebih sedikit (kasus konfirmasi). Mengenai evaluasi pasca Imlek dan Valentine nanti kita evaluasi, kalau sekarang malah lebih bagus sudah mulai lebih terkendali," tuturnya. (Oca) 



Sumber Artikel:: https://palembang.tribunnews.com/2021/02/17/sumsel-zero-zona-merah-epidemiolog-jangan-kendor-tetap-optimalkan-prokes-dan-3t.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.