Hasil Pleno KPU OKU untuk Pilkada 2020, Kuryana dan Johan Raih 63,08 Persen Suara

Hasil Pleno KPU OKU untuk Pilkada 2020, Kuryana dan Johan Raih 63,08 Persen Suarabaturajaradio.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Komering Ulu (OKU) menetapkan hasil penghitungan suara Pilkada 2020 di OKU, Selasa (15/12/2020).

Kolom Koosng (KOKO) mendapat   63.166 Suara ( 34,12 persen) dan pasangan Kuryana Azis-Johan Anuar sebanyak 116.778 suara ( 63,08 persen ).

Jumlah mata pilih yang berhak memilih 259.859, sedangkan jumlah yang menyalurkan suara sebanyak 185.122 suara, sementara  jumlah suara yang tidak sah sebanyak 5.178 suara ( 2,80 persen).


Hasil suara itu ditetapkan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungaan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati OKU yang dipusatkan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar Baturaja Kamis (15/12/2020) tanpa dihadiri utusan parpol.


Ketua KPU OKU, Naning Wijaya ST, menjelaskan setelah penetapan hasil perolehan suara pilkada bupati-wakil bupati ini, dilanjutkan dengan tahapan masa menunggu apabila ada pihak yang menggugat.

Diberi waktu selama tiga hari apabila ada gugatan. Tanggal 5 Januari 2021 MK akan mengumumkan secara nasional hasil  seluruh kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada.


Apakah ada sengketa atau tidak.


“Dari hasil pengumuman dan MK itulah yang menjadi dasar KPU Kabupaten OKU baru menetapkan bupati terpilih,” jelas Ketua KPU didampingi Jaka Irhamka SH (Divisi Hukum dan Pengawasan dan Dana Kampanye).    

Pantuan di lapangan, rapat pleno hanya dihadiri saksi pasangan calon tunggal Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar SH MM, saksi dari paslon yang hadir Rahmad Saleh Sedan Win Kusuma.

Rapat pleno dipimpin Ketua KPU OKU, Naning Wijaya ST, didampingi  Jaka Irhamka SH ( Divisi Hukum dan Pengawasan Dana Kampanye), Yudi Risandi SSos MSi (Divisi Teknis Penyelenggaraan), Donny Mardiyaanto SH (Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM), Rahmat Hidayat SH (Divisi Perencanaan Data dan Informasi).


Kemudian, dari Bawaslu OKU hadir Ketua Bawaslu Dewantara Jaya SP', Anggi Yumarta  (Koordiv HPP dan Penyelesaian Sengketa) dan Yeyen Andrizal ( Koordiv Humas dan Hubal).

Menurut Naning. utusan dari paprol ini memang tidak diundang karena untuk membatasi massa demi mematuhi protokol kesehatan massa pandemi Covid-19.

Hanya saksi paslon dan pengawas saja yang hadir.


Pendapat yang sama disampaikan Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya SP, pleno tidak mengundang parpol pengusung atau bendukung  paslon karena untuk membatasi kerumunan massa.

Kebetulan juga semua parpol yang memillii wakil di parlemen mengusung dan pendukung paslon.


 Sementara itu paslon dengan jargon BEKERJA LANJUTKAN ini  dusung oleh 11 Parpol. Masing-masing Gerindra' Golkar, Hanura, PDIP, Nasdem, PKB, Demokrat, PPP, PKS, PBB dan PKPI. Partai pendukung PAN, BERKARYA, PSI dan Garuda.

Pantauan dilapangaan suasana rapat peleno berlangsung aman.


Terlihat Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH memantau rapat pleno. Sebanyak 75 aparat kepolisian melakukan pengamanan dilokasi rapat pleno.


(https://palembang.tribunnews.com/2020/12/15/hasil-pleno-kpu-oku-untuk-pilkada-2020-kuryana-dan-johan-raih-6308-persen-suara?page=all)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.