Dampak Virus Corona atau Covid-19, Pet9, Petani Karet di Kabupaten OKU Sumseani Karet di Kabupaten OKU Sumsel Gundah Gulana


Dampak Virus Corona atau Covid-19, Petani Karet di Kabupaten OKU Sumsel Gundah GulanaBaturajaradio.com -Petani karet di Kabupaten OKU Sumsel kini sedang gundah gulana menyusul terus turunnya harga getah karet. Kondisi ini diperparah lagi karena beredar isu pabrik karet banyak yang akan tutup.

Seperti dituturkan Ismail (37) kepada Sripo Senin (1/4/2020).
Petani karet asal Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU Sumsel ini mengaku gundah gulana karena harga getah karet saat ini dari hari ke hari semakin turun.

Saat ini harga karet yang ditimbang dua mingguan sudah Rp 8000/kg, dua seminggu sebelumnya masih Rp 8.500/kg.

Kondisi ini membuat petani semakin beingung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang berbanding terbalik dengan harga karet.

Ayah dua anak ini mencontohkan harga gula di warung saja saat ini sudah Rp 18.000/kg, harga beras medium berkisar Rp 11.000 -Rp 12.000/kg .

Selain harga karet yang semakin hari semakin anjlok, belakangan beredar isu yang mengatakan banyak pabrik karet akan tutup dan tidak akan membel karet petani lagi.

Isu yang beredar dari mulut ke mulut yang membuat petani karet kian resah ini belum pasti kebenarnanya.

Menurut Petani karet asal Desa Sasamkelat ini, waktu nimbang karet beberapa hari lalu, bos karet sudah menginformasikan bahwa tinggal dua pabrik lagi yang masih membeli karet.

Sementara banyak pabrik karet yang sudah menghentikan pembelain karet untuk sementara waktu alasannya karena karet di pabrik masih menumpuk. 

“Minggu depan kalu nak jual karet harganya Rp 2500/kg, galak jual payu dak galak sudah,’ kata warga Semidangaji menirukan ucapan tauke yang biasa menyambut karet di kebunnya.

Buntut dari isu yang mengabarkan banyak pabrik karet yang sudah tutup lantaran tidak bisa lagi mengekspor karet ini semakin membuat petani karet menjerit.

Bahkan banyak diantaranya sudha kebingunan bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk untuk membiayai anak sekolah. 

Petani karet mengaku tidak tahu pasti penyebab akan ditutupnya sejumlah pabrik karet, namun ada informasi dampak dari virus corona atau Covid-19 yang kini sedang mewabah di Indonesia.

Padahal di Kabupaten OKU karet merupakan tanaman primadona, sekitar 60 persen penduduknya memiliki kebun karet.

Dengan anjloknya harga karet ini dipastikan akan mempengaruhi perekonomian masyarakat di Kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini. (eni)




(https://palembang.tribunnews.com/2020/04/01/dampak-virus-corona-atau-covid-19-petani-karet-di-kabupaten-oku-sumsel-gundah-gulana?page=all)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.