Ratusan Jamaah Umrah OKU Tak Dapat Kepastian Berangkat


Baturajaradio.com -Keputusan Pemerintah Arab Saudi menghentikan layanan umrah, demi mencegah penyebaran virus corona memukul bisnis pelaku usaha perjalanan wisata, umrah, dan haji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Hal ini diakui Ustaz Abu, karyawan agen perjalanan haji dan umrah ternama di Baturaja, PT Karomah Bat Al-Ansor, Senin (2/3/2020).

Ustad abu mengaku pihaknya mendapat informasi tersebut pada Kamis 27 Februari, di mana Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan penangguhan visa bagi jemaah umrah. Dampaknya, pihaknya terpaksa menunda pemberangkatan ratusan jamaah.

Menurut ustad Abu, selain mengacaukan jadwal keberangkatan yang sudah tersusun, penutupan akses ini membuat mereka merugi. Lantaran pihaknya selaku pelaku usaha sudah membooking seat atau kursi pesawat bagi jamaah. Dan itu sudah dibayar semua.

“Kami rasa pihak maskapai juga harus bijaksana juga menyikapi hal ini. Karena bukan kita yang membatalkan. Ya, mudah-mudahan bisa di-reschedule,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Abu, bahwa di bulan Maret ini saja, dijadwalkan ada empat pemberangkatan dari PT Karomah.

“Sebetulnya, pada tanggal 3, 9, 14 dan 23 Maret ini kita ada jadwal pemberangkatan. Ada sekitar 260 jamaah. Dan ini pun belum ada kepastian apakah bisa diberangkatkan,” tutur dia.

Soal kapan pembatasan ini berlaku, pihaknya mengaku belum mendapat informasi lanjutan.

“Intinya kita juga masih menunggu. Kabar dari Direktur (PT Karomah,red) yang juga menerima surat dari kerajaan Saudi, menyatakan bahwa mereka masih belum bisa untuk melayani pembuatan visa.” Imbuhnya.

Kepada para jamaah dan keluarga, ustad Abu meminta untuk dapat memahami kondisi yang terjadi. Apalagi hal ini sudah terbuka dan tersiar alias bukan rahasia lagi. Dan Pemerintah pun sudah menyebarkan lewat media.

“Saya rasa tidak bijaksana kalau sampai jamaah maupun keluarganya akan kecewa. Karena ini bukan kebijakan dari kita. Ini pun sudah kita sampaikan kepada para jamaah bahwa kemungkinan besar akan ada penundaan, bukan pembatalan. Sampai timbul kembali kebijakan dari kerajaan Saudi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) OKU H Ishak Putih berharap. para pelaku usaha perjalanan umrah dapat berhati-hati dan melihat informasi terbaru sehingga jamaah tidak dirugikan.

Para jamaah diminta jangan kecewa dan bijaksana menyikapi hal ini. Karena keputusan tersebut bukan dari Pemerintah Indonesia. [.]



(http://rmolsumsel.id/2020/03/02/ratusan-jamaah-umrah-oku-tak-dapat-kepastian-berangkat/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.