Jelang Rapat BI, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini


Mata uang Rupiah.baturaradio.com -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat dalam perdagangan hari ini, Selasa (21/1). Sentimen bersumber dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang baru akan dilaksanakan pada 22-23 Januari mendatang.

"Pasar cenderung hati-hati. Rupiah diperkirakan akan menguat tipis di level 13.620-13.660," kata Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Ibrahim melihat BI masih berpotensi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Di sisi lain, banyak pengamat yang mengatakan BI masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5 persen akibat penguatan mata uang rupiah yang begitu tajam.

Berdasarkan survei Bloomberg, 25 dari 29 ekonom masih memprediksi BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5 persen pada Kamis (23/1) mendatang. Sedangkan 4 ekonom lainnya memperkirakan ada pemangkasan.

Dari sisi eksternal, The Fed diproyeksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya. Hal tersebut lantaran data perdagangan ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang positif.

The Fed memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin selama tiga bulan ke belakang pada 2019 lalu. Dengan data ekonomi AS yang positif, analis tidak mengharapkan The Fed memulai babak baru pemotongan suku bunga kecuali jika perang dagang terjadi lagi.

Dalam perdagangan kemarin, Senin (20/1), rupiah ditutup menguat tipis dilevel 13.640. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level 13.644.




(https://republika.co.id/berita/q4fm7z383/jelang-rapat-bi-rupiah-diprediksi-menguat-hari-ini)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.