Banner

Banner
Kapolres OKU

Polres OKU Simulasi Pengamanan Pemilu: Gelar Adegan Massa Bentrok dengan Aparat Gabungan

Polres OKU Simulasi Pengamanan Pemilu: Gelar Adegan Massa Bentrok dengan Aparat Gabunganbaturajaradio.com -Ratusan orang yang tidak puas dengan hasil pemilu di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, TNI, satpolpp sesaat setelah penghitungan suara pada pemilu serentak tahun 2019.

Terjadi kericuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah berjuluk bumi sebimbing sekundang, sehingga salah satu terduga warga diamankan polisi dari Polres OKU, lantaran hendak melakukan Pemboikotan Pemilu di TPS 03 Desa Melati.

Alhasil, akibat dari penahanan itu, ratusan masa dari salah satu desa melakukan aksi protes ke kantor KPU dan Bawaslu OKU.

Massa yang tak puas akhirnya terlibat bentrok dengan pihak kemanan yang sebelumnya telah mengamankan kantor tersebut. Lantaran tidak mendapatkan hasil yang diinginkan ratusan masa tersebut terlibat bentrok dengan anggota gabungan, masa yang emosi langsung melempari petugas yang berjaga hingga akhirnya beberapa dari mada dan anggota mengalami cidera.

Beruntung pihak kemananan berhasil mengamankan situasi saat itu hingga masa berhasil dibubarkan setelah beberapa propokator diciduk polisi.

Kronologis kejadian tersebut bukanlah sungguhan, melainkan kegiatan simulasi pengamanan pemilu 2019 yang diselengarakan Mapolres OKU.

Kegiatan ini dipusatkan di Terminal Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat, Jumat (22/3)

Personil gabungan siap mengamankan proses pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019 di Kabupaten OKU. Kesiapan ini terlihat saat simulasi sistim pengamanan kota.

Simulasi ini dilakukan dalam bentuk penanganan kondisi ketika terjadi kericuhan dari para pihak yang tidak menerima hasil perhitungan suara. Dengan melibatkan ratusan personil anggota Polri baik dalmas, dan tim tindak dibantu personil Sat Pol PP, PBK terlihat mengatasi demo yang berujung kericuhan.

“Dari sispam kota ini melihat kesiapan dari personil untuk pengamanan pemilu 2019,” kata Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari.

Untuk pengamanan khusus di TPS, ada sebanyak 420 personil disiapkan. Disebutnya, dalam pemilu serentak kali ini, pemilih akan mencoblos 5 kertas surat suara berbeda. Sukses atau tidaknya penyelenggaraan pemilu tergantung dari semua pihak yang terlibat.

Termasuk penyelenggara pemilu apakah KPU dan jajarannya, maupun Bawaslu harus objektif. Karena pemilu sebagai ajang kompetisi program. Dari pelaksanaan pemilu juga tentu bisa ada potensi kerawanan yang timbul, apakah dari penyelenggaraan maupun persoalan kamtibmas.

Apa yang menjadi kendala dan hambatan tentu harus dikenali. “Tindakan tegas bisa diambil jika mengganggu pelaksanaan pemilu serentak,” katanya. Terlebih sering kali persoalan hoax timbul seperti melalui media sosial. (http://sumsel.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.