Banner

Banner
Pemkab OKU

Pengurangan Angka Kemiskinan Sumsel Harus Dipercepat

baturajaradio.com -Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Nasrun Umar menghadiri acara rapat teknis bersama Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel di Hotel Santika Palembang, Selasa (5/3).

Dijelaskan Nasrun perencanaan pembangunan dan penganggaran merupakan suatu kesatuan proses berkesinambungan yang saling melengkapi.

Dimana sistem perencanaan pembangunan nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana - rencana pembangunan dalam jangka panjang, menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah. 

Sementara sistem penganggaran mencerminkan ketersediaan pendanaan pembangunan yang harus terjaga kelangsungan (sustainability) dan di laksanakan secara berdaya dan berhasil guna. 

"Rapat teknisi ini merupakan salah satu perwujudan dari sistem perencanaan dalam sinkronisasi program atau kegiatana guna mewujudkan keselarasan program pembangunan tahun mendatang," ucap sekda 

Sebagaimana visi pembangunan sumsel 2018-2023, yaitu Sumsel Maju untuk Semua dan dijabarkan dalam misi ke-4, pmerintah hatuslah membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktrur dasar guna pencepatan pembangunan wilaya pedalaman dan perbatasan.

"Dalam memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah, pemerintah provinsi sumsel memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan visi dan misi serta fokus dalam meningkatkan kualitas infrastruktur terutama jalan, jembatan jaringan irigasi dan infrastruktur dasar lainnya," ujar sekda

Adapun isu strategis bidang infrastruktur di provinsi sumsel saat ini antara lain yakni pembangunan infrastruktur jaringan jalan yang berkesepamatan menuntut kehandalan jaringan jalan provinsi. Kemudian perwujudan ruang yang aman, nyaman produktif dan berkelanjutan menjadi tujuan utama dalam penataan ruang hingga tercipta kesesuaian dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang dapat terlaksana dengan baik.

Ketiga yakni revitalisasi irigasi dan peningkatan kualitas serta kuantitas infrastruktur sumber daya air.

Dikatakannya dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur sering dihadapi kendala teknis di lapangan terutama permasalahan lahan. Dimana suatu kegiatan sudah teranggarkan sesuai dengan usulan kab/kota tetapi ternyata permasalahan lahan belum selesai. 

"Hal ini menjadi hambatan bagi pemerintah provinsi dan pusat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan selain itu kelengkapan tahapan perencanaan haruslah dilakukan sesuai dengan ketentuan untuk itu, melalui rapat teknisi ini diharapkan kita bersama dapat mensinkronisasikan program/kegiatan dalam upaya memperiapkan rencana kerja tahun anggaran 2020 agar program/kegiatan yang dianggarkan dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, pelaksanaan," ujar Sekda.

Melalui rapat teknis ini juga diharapkan mampu menampung usulan kegiatan dari kab/kota tahun 2020 yang berkualitas guna pelaksanaan sistem perencanaan selanjutnya baik musrenbang provinsi sumsel maupun Musrenbang nasional.

"Saya minta di rapat ini jangan hanya di anggap seremonial saja. Tapi ketika balik le tempat masing masing harus dapat nilai lebih. Nanti kalau ada hal hal yang ingin disampaikan di rapat ini sampaikan di sini," ujar sekda

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pu Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Sumsel H. Darma Budhy mengatakan rapat ini sangat penting karena dapat mensinkronkan visi misi gubernur untuk menurunkan kemiskinan

dengan memperbaik infstruktur dari jalan yang rusak. Sehingga memperlancar perekonomian warga yang ada di kab/kota dan menurukan kemiskinan di Sumsel

Sesuai target Gubernur angka kemiskinan akam diturunkan hingga satu digit. Caranya dengan memperbaik infrastruktur pembangun kab/kota. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.