Pemerintah Akui Turunnya Harga Karet Tingkatkan Kemiskinan

Pemerintah Akui Turunnya Harga Karet Tingkatkan Kemiskinanbaturajaradio.com -Turunnya harga karet saat ini, maka berdampak semakin meningkatnya masyarakat miskin di Sumsel. 

pasalnya mayoritas petani karet dan tidak ada tanaman komoditas lain selain karet, hal ini dikatakan Sekretaris Bappeda Provinsi Sumsel, Ir Hendrian MT.

Dengan turunnya harga karet, maka kemiskinan meningkat. Kemudian berdampak juga rendahnya daya beli,” jelas Hendrian, pada acara Musrenbang Muara Enim di ballroom hotel Grand Zuri, Selasa (26/3).

Menurutnya, Pemprov Sumsel, saat ini sudah memunculkan untuk mempetakan potensi unggulan dan kondisi kemiskinan di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Saat ini, lanjutnya, alokasi anggaran untuk pengentasan kemiskinan sudah cukup banyak baik bersumber dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/kota.

 Sehingga, bagaimana penggunaan anggaran tersebut agar tepat lokasi dan tepat sasaran.

Yang kita inginkan sekarang bagaimana anggaran yang ada tetapat sasaran,” jelasnya. Dia juga mengungkapkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Muara Enim paling banyak di Kecamatan Sungai Rotan.

Sementara itu, Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, pada acara Musrenbang tersebut mengatakan, penduduk miskin Kabupaten Muara Enim sesuai data BPS tahun 2015 tercatat 14,54 persen dan pada tahun 2018 menurun menjadi 12.56 persen.

Wabup juga menjelaskan tingkat pengangguran terbuka tahun 2017 sebesar 3,31 persen dan tingkat ketimpangan (giri ratio) 0.38 persen.

Kemudian realisasi capaian kinerja keuangan Kabupaten Muara Enim tahun 2018 sebesar 85,96 persen, dengan realisasi capaian kinerja output sebesar 96,16 persen dari 443 program dan 2.470 kegiatan.

Dijelaskannya juga pertumbuhan perekonomian Kabupaten Muara Enim tahun 2017 sebesar 8,72 persen diatas pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional yakni 5.51 persen dan 5,07 persen. (http://www.rmolsumsel.com/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.