Banner

Banner
Pemkab OKU

Viral Video Pengakuan Anak di Bawah Umur di OKU Lolos Dari Penculikan, Begini Tanggapan Kepolisian

Viral Video Pengakuan Anak di Bawah Umur di OKU Lolos Dari Penculikan, Begini Tanggapan Kepolisianbaturajaradio.com -Polisi masih menyelidiki kebenaran adanya upaya penculikan yang videonya viral di media sosial (medsos). 

Video berdurasi 3 menit 18 detik tersebut berisi rekaman seorang anak perempuan yang mengaku selamat dari upaya penculikan.

Kapolres OKU, AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian S.Kom saat dikonfirmasi wartawan selasa (26/2/2019) menjelaskan sampai saat ini belum ada warga yang melapor secara resmi ke polisi.

Dikatakan Kapolres, pihaknya mengetahui informasi tersebut melalui video yang beredar.

“Saya lihat memang viral di sosmed ada anak diduga diculik dan selamat, tapi kita baru mengetahuinya setelah viral di sosial media,” jelas Kapolres.

Untuk itu Kapolres sudah memerintahkan Kasat Shabara, Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan terkait hal ini video yang sempat viral itu.

“Masih kita telusuri, anggota kita juga masih bekerja melakukan penyelidikan,” terang Kapolres seraya menambahkan petugas masih di lapangan.

Kapolres OKU juga menghimbau kepada masyarakat tetap waspada dan menjaga anak agar selalu dalam pengawasan orang tua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,

Sementara dari rekaman video yang menyebar melalui group WhatsApp itu, seorang anak perempuan dengan rambut pendek, mengenakan baju putih lengan panjang. 

Belum diketahui identitas anak tersebut bercerita jika dirinya diculik.

Anak itu terlihat menangis saat ditanyai oleh beberapa orang.

Pengakuanya, ia diajak orang naik mobil dan dibawa ke sebuah rumah oleh orang tersebut.

Sang anak berusia sekitar 2 atau 3 tahun itu mengaku berhasil lolos saat orang yang menculiknya itu sedang pergi ke pasar.

Namun kebenaran video ini masih diselidiki pihak kepolisian termasuk isu penculikan juga masih diselidiki polisi.

Di sisi lain, sejumlah warga Kota Baturaja menyayangkan beredarnya video penculikan anak di bawah umur yang sempat viral.

“Seharusnya cepat dilaporkan ke polisi, bukan hanya diunggah di sosmed,” kata salah seorang warga seraya menambahkan kalau dilapor ke polisi aparat bisa bertindak cepat sebaliknya kalau hanya ramai di Sosmed malah bikin pelakunya kabur. (http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.