Banner

Banner
Pemkab OKU

Harga Motor Listrik Gesits Kompetitif

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), M Nasir saat menghadiri Paparan Capaian 4 Tahun Kinerja Kemenristekdikti, di gedung Prof Soedharto, kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Jumat (30/11).baturajaradio.com -Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menyebutkan harga sepeda motor listrik Gesits yang diproduksi anak bangsa kompetitif dengan produk konvensional. 

"Pada saat mau meluncurkan Gesits sudah diintip industri motor dunia," katanya, di Semarang, Jumat (30/11), usai menyampaikan paparan capaian Kemenristek Dikti selama empat tahun kepemimpinannya.

Nasir menyebutkan produsen motor dari Taiwan, Jepang, dan Tiongkok sempat menemuinya untuk menanyakan harga jual motor listrik yang akan diproduksi massal mulai Januari 2019. "Dari Taiwan, Jepang, dan China (Tiongkok, red.) mendatangi saya, bertanya motor listrik ini akan dijual berapa ? Saya jawab, harganya kompetitif dengan produk konvensional yang ada sekarang," katanya.

Ditanya lebih jauh kisaran harga jual Gesits, ia memperkirakan harganya di atas Rp 15 juta/unit. Ia menambahkan Gesits akan siap berkompetisi dengan produk sepeda motor konvensional yang sudah lebih dulu ada.

Apalagi, kata dia, komponen-komponen motor listrik tersebut sudah dibuat di dalam negeri sehingga mampu menghemat biaya produksi untuk bisa bersaing dengan sepeda motor biasanya. "Ya, (harga, red.) di atas Rp15 juta, samalah dengan yang konvensional seperti sekarang," kata Guru Besar Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang itu.

Ia memastikan kesiapan produksi massal motor listrik tersebut pada awal tahun yang ditangani Kementerian Perindustrian, termasuk perizinan operasional di jalan raya. "Januari 2019 sudah mulai diproduksi massal. Semua sudah ditangani Kemenperin. Dari Kementerian Perhubungan juga sudah mendapatkan izin karena nanti di jalan raya," katanya.

Selain itu, Nasir juga telah meminta pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal proses produksi massal Gesits agar tidak menyalahi prosedur. "Saya minta didampingi KPK supaya tidak menyalahi prosedur dan masuk industri. Sekarang sudah berjalan," kata mantan Rektor Undip terpilih itu. (https://republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.