Banner

Banner
Pemkab OKU

Sampah Terbuang ke Lingkungan di Banyumas 200 Ton per Hari

Sampahbaturajaradio.com -Volume sampah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terbuang ke lingkungan dan berpotensi menimbulkan pencemaran, masih cukup besar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Suyanto, menyebutkan sampah yang tidak terkelola tersebut mencapai sekitar 200 ton per hari.
''Ini memang volume sampah yang masih cukup besar,'' jelasnya. Ia menyebutkan, perkiraan masih banyaknya sampah yang terbuang ke lingkungan tersebut, dihitung berdasarkan produksi sampah per orang.

Berdasarkan hasil survei DLH, setiap orang di Banyumas diketahui menghasilkan sampah sekitar 0,3 kg per hari. ''Kalau dihitung berdasarkan jumlah penduduk di Banyumas yang mencapai dua juta per orang, maka penduduk Banyumas akan menghasilkan 600 ton sampah per hari,'' jelasnya.

Namun dari dari jumlah 600 ton sampah yang dihasilkan tersebut, Suyanto menyatakan, DLH baru bisa mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 270 ton per hari. Di luar yang diangkut ke TPA, dia juga memperkirakan yang masuk ke industri daur ulang atau pengepul melalui bank sampah/TPST/masyarakat langsung mencapai 60 ton per hari dan yang diolah menjadi pupuk kompos sekitar 30 ton per hari.

''Sisanya yang sebanyak 200 ton inilah yang masih terbuang ke lingkungan. Ada yang begitu saja dibuang, namun ada juga yang kemudian dibakar oleh warga,'' katanya.

Terkait hal ini, dia mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif menangani masalah persampahan. Paling tidak dengan mengurangi produksi sampah rumah tangganya, atau ikut mengolah sampah agar bisa menjadi produk bermanfaat seperti pupuk.

Mengenai upaya penanganan sampah di Banyumas, Suyanto menyatakan tahun ini pihaknya akan membangun IPAL dan kolam lindi untuk dua TPA yang ada di Banyumas. Antara lain, di TPA Ajibarang dianggarkan Rp 600 juta dan di TPA Kaliori sebesar Rp 1,6 miliar.

Selain TPA, dia juga menyatakan, pemkab akan membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di beberapa kecamatan. Namun untuk pembangunan TPST ini akan dilakukan secara bertahap, karena membutuhkan anggaran cukup besar. ''Setiap TPST, akan menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 miliar,'' jelasnya.

Namun dia menyebutkan, pada tahun ini pihaknya akan membangun 5 TPST dengan menggunakan anggaran APBD Perubahan 2018. Sedangkan lainnya, akan mulai dibangun pada tahun anggaran 2019. (https://www.republika.co.id) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.