Banner

Banner
Pemkab OKU

Mahasiswa Baru STMIK Nusa Mandiri Deklarasi Anti Narkoba

Baturajaradio.com - STMIK Nusa Mandiri mengajak 1.200 mahasiswa baru mendeklarasikan diri  sebagai generasi anti narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Motivasi (Semot) 2018 STMIK Nusa Mandiri yang diselenggarakan di Hall C BSI Convention Center, Jalan Raya Kaliabang nomor 8, Perwira, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (23/9).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bandung, Jawa Barat, Drs Wuryanto Sugiri mengatakan, BNN mengajak mahasiswa STMIK Nusa Mandiri untuk berpartisipasi pada  pemberantasan dalam penyalahgunaan narkotika dan peredarannya.
Selain mendeklarasikan gerakan say no to drugs, BNN juga memberikan pengetahuan umum mengenai penyalagunaan dan risiko yang didapat ketika mengonsumsi narkoba, faktor maraknya peredaran gelap di Indonesia, dan proses terjadinya penyalahgunaan narkoba.
“Kami mengajak mahasiswa baru STMIK Nusa Mandiri  dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kampus STMIK Nusa Mandiri,” kata Wuryanto dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/9).
Gerakan ini juga didukung oleh ketua STMIK Nusa Mandiri Dr Wahyudi. Ia menegaskan,   STMIK Nusa Mandiri siap memerangi narkoba.
“Sampai saat ini kami belum menemukan adanya mahasiswa yang terlibat narkoba, baik pemakai maupun dari pengedar. Sebab, STMIK Nusa Mandiri akan memberikan sanksi berat bagi pemakai maupun pengedar narkoba berupa drop out (DO) jika ada mahasiswa kami yang melakukan itu,” ungkap Wahyudi.
Ia menambahkan, STMIK Nusa Mandiri tidak pernah main-main,  jika ada mahasiswanya yang terlibat dengan narkoba, maka akan segera diberhentikan.
“Contoh kecil bahwa Nusa Mandiri mendukung gerakan P4GN dalam memerangi narkoba yaitu dengan tidak memperbolehkan mahasiswa merokok di area kampus. Jika didapatkan mahasiswa membawa atau merokok di area kampus, kami tidak segan akan memberikan sanksi,” kata Wahyudi.(https://www.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.