Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Jambi Manfaatkan Komoditas Karet untuk Bahan Baku Aspal


Jambi Manfaatkan Komoditas Karet untuk Bahan Baku Aspal
baturajaradio.com - Provinsi Jambi memiliki sumber daya alam yang terbilang melimpah. Salah satu komoditas yang menjadi unggulan dari daerah ini adalah karet. Menurut Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar, karet menjadi bahan baku aspal dengan menjajai hilirisasi dengan Kementerian PUPR.

"Setiap tahun di Jambi menghasilkan 247.568 ton karet, sehingga ia menjadi sumber penghasilan utama warga di perkebunan," jelas Fachrori dalam keterangan tertulis, Kamis (20/9/2018).

Hal itu ia ungkapkan kepada Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang diketuai Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.



Dalam kesempatan itu Fachrori juga mengungkapkan pentingnya hilirisasi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan nilai jual sehingga memberikan keuntungan yang signifikan kepada masyarakat.

"Kita perlu merancang strategi untuk hilirisasi SDA, agar nilai jualnya lebih tinggi, apalagi saat ini nilai jual karet sedang jatuh sehingga harus diolah kembali ke bentuk lain," jelasnya.

Di antara kendala yang dihadapi dalam industri pengolahan karet yang diungkap Fachrori, berasal dari segi teknologi masih rendah. Selain itu akses infrastruktur yang masih minim juga mengakibatkan kurangnya investor, terlebih pada industri hilir.

Selain kaya akan karet, Pemprov Jambi juga menyajikan data kekayaan alam Jambi yang lain di antaranya memiliki perkebunan teh terluas di Asia Tenggara, memiliki kopi berkualitas dunia, hingga kayu manis terbaik di dunia.

"Jambi punya kebun teh terluas di Asia Tenggara yakni seluas 3.020 hektar, kemudian Kopi Kerinci juga sudah disertifikasi dan dibawa ke Seattle Amerika Serikat sebagai Arabica terbaik di dunia, dan kita juga punya kayu manis terbaik di dunia," ungkap Agus Rizal Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.


Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur ini digagas oleh Soekarwo dalam rangka mengekspos inovasi tiap pemerintah provinsi sekaligus mengeksplorasi potensi daerah masing-masing terutama terkait keunggulan komoditas dan UKM.

(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.