Banner

Banner
Pemkab OKU

Nekat Berusaha Tusuk Polisi, Resedivis Curas dan Curanmor di Muaraenim Tewas Ditembak

Baturajaradio.com - Ungkapan Kapolres Muaraenim yang akan memberantas dengan tegas para pelaku kejahatan terutama yang telah meresahkan masyarakat ternyata bukan hanya isapan jempol saja.

Terbukti dalam dua bulan terakhir sudah beberapa pelaku kejahatan yang ditembak mati.
Seperti yang dialami oleh komplotan spesialis curas dan curanmor antar Provinsi.

Salah satu pelaku, Basrin (43), warga Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim tewas setelah ditembak polisi.

Dua temannya yakni Samsul Bahri alias Dahrit (45), warga Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim dan Solkoderi alias Sol (37) dari Desa Tegal Rejo, Muaraenim juga berhasil ditangkap, sedangkan satu pelaku lagi atas nama Adi (40) warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim masih dalam pencarian (DPO), di Jalan Lingkar Kota Muaraenim, Kamis (2/8/2018).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, komplotan Basrin CS yang dikenal sebagai resedivis berhasil tertangkap berawal dari laporan beberapa operator provider (tower telekomunikasi) bahwa mereka sering kehilangan batre tower.

Atas laporan tersebut, Tim Rajawali Polres Muaraenim melakukan penyelidikan dan akhirnya diketahui pelakunya adalah komplotan Basrin CS.

Kemudian petugas mendapatkan informasi jika komplotan tersebut sedang beraksi di dalam Kota Muaraenim dengan mencuri beberapa benda yang nilainya ratusan juta rupiah.

Petugas kemudian melakukan pengintaian, dan ketika kendaraan mobil Xenia yang dikendarai pelaku melintas, petugas pun langsung berupaya menghentikan

  Namun komplotan tersebut berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak pelaku Solkoderi dikaki kanannya dan menangkap Samsul Bahri.
Sedangkan Basrin, nekat melakukan perlawanan dengan berupaya menusuk petugas dengan pisau, karena khawatir membahayakan petugas terpaksa menembak pelaku yang mengenai dada kiri sehingga meninggal dunia.

Sementara itu pelaku Adi berhasil lolos dan melarikan diri dari kejaran petugas.

Kapolres Muaraenim, AKBP Afner didampingi Wakapolres Kompol Ary Sudrajat dan Kabagops Kompol Irwan, menjelaskan jika komplotan tersangka Basrin CS sudah sangat meresahkan masyarakat, sebab setidaknya sudah 10 laporan yang masuk ke Polres Muaraenim.

Dalam melakukan aksinya komplotan ini menggunakan kendaraan roda dua dan empat dengan wilayah operasi di Polres Muaraenim (Kabupaten Muaraenim-Pali), Polres Prabumulih, Polres Lahat, Polres Pagar Alam, bahkan hingga Polda Lampung.

Pada saat ditangkap, kata Kapolres, kebetulan Basrin CS dengan menggunakan mobil Xenia baru selesai melakukan pencurian batre tower, dimana setidaknya sudah delapan provider dan dua kasus curanmor yang korbannya telah melapor.

Para pelaku mencuri di tower provider yang tidak dijaga dengan cara merusak pagar kawat berduri yang mengelilingi tower dan memotong kabel yang terhubung dari 
baterai ke tower tersebut.


Kemudian komplotan ini terlibat juga dalam pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kunci T.
Adapun motifnya dari keterangan para tersangka yang masih hidup adalah untuk foya-foya.
"Harga satu batre ini puluhan juta rupiah, mereka jual satu batre seharga Rp. 30 hingga Rp. 35 juta," ujar KapolresSaat ini, lanjut AKBP Afner, pihaknya telah mengamankan dua tersangka dan melakukan pengejaran satu tersangka lainnya bersama barang buktinya yakni satu unit mobil Xenia warna Hitam, lima unit baterai tower Telkomsel jenis Genesis, dua bilah pisau dan empat unit sepeda motor.

Atas perbuatannya para pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara (http://palembang.tribunnews.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.