Banner

Banner
Pemkab OKU

OKU Yakin Mampu Pertahankan Piala Adipura

Baturajaradio.com Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tahun 2018 ini, mendapatkan penilaian tertinggi pada penilaian tahap pertama (P1) adipura dibandingkan 11 kabupaten/ kota lainnya di Provinsi Sumatera Selatan.

"Pada P1, kita Kabupaten OKU berhasil mendapatkan nilai tertinggi 76,14 kategori kota kecil," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU, Slamet Riyadi.


Menurut Slamet, nilai itu merupakan akumulasi beberapa sektor penilaian yang menjadi titik pantau penilaian adipura meliputi kawasan permukiman, jalan, pasar, dan pertokoaan.



Selain itu, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, hutan kota, taman kota, terminal, perairan terbuka, dan tempat pengolahan akhir (TPA) sampah.



Dikatakannya, tidak hanya pada penilaian P1 Kabupaten OKU meraih point tertinggi. Pada khusus penilaian P1 di lokasi TPA sampah Kabupaten OKU pun juga mendapatkan nilai terbesar yakni 75,90 mengalahkan penilaian TPA dari 11 kabupaten/kota lainnya di Sumsel.



Atas prestasi ini, sambung Slamet, secara keseluruhan penilaian titik pantau adipura Kota Baturaja yang termasuk kategori kota kecil sangat bagus sehingga diyakini bisa mempertahankan adipura 2017-2018.



Pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan dan kesadaran masyarakat yang selalu menjaga kebersihan, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan bersih-bersih, salah satunya program Jumat Bersih yang dicanangkan dan dipimpin langsung bupati OKU.



"Kita patut berterima kasih kepada semua pihak, karena tanpa dukungan semua pihak terutama dukungan penuh bapak Bupati OKU yang selalu menggalakkan Jumat bersih," paparnya.



Ditambahkan Slamet, meski di tengah keterbatasan peralatan alat berat dan truk sampah yang ada, pihaknya mampu mengoptimalisasi keberadaan TPA sehingga mampu mendapatkan penilaian tertinggi oleh tim penilai.



"Seperti yang teman media lihat langsung, lokasi TPA kita sudah sangat rapi, dimana gubuk-gubuk liar sudah kami bongkar. Selain itu sistem pengolahan sampah di TPA pun sudah berjalan secara kontinyu meskipun tidak setiap hari di timbun. Karena peralatan kita terutama khusus dump truk yang standby di TPA baru hanya dua unit truk," terang Slamet.



Masih menurut dia, untuk mengatasi masih minimnya armada truk khusus membantu penimbunan tanah untuk pengolahan sampah di TPA, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh sopir pengangkut armada truk sampah milik DLH OKU untuk dapat membantu penimbunan tanah tersebut saat armada truk sampah sedang masuk membuang sampah di TPA.



"Saat ini kita baru memiliki armada truk sampah sebanyak 16 unit. Dimana 15 unit armada truk berada di DLH dan satu unit kita pinjamkan untuk pengangkutan sampah di daerah Lengkiti ditambah satu unit escavator alat berat yang khusus di TPA," pungkasnya. (rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.