Header Ads

Indonesia Eximbank Yakin Kinerja Ekspor RI Membaik di 2017


Baturajaradio.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya menggenjot kredit ekspor ke sejumlah korporasi berorientasi ekspor. Selain itu, peningkatan porsi pembiayaan untuk UKM eksportir juga terus dilakukan. 


Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly, memandang ekspor Indonesia secara umum di tahun ini bisa tumbuh positif. Optimisme ini didasari dengan membaiknya harga sejumlah komoditas asal Indonesia, serta pulihnya ekonomi di negara-negara tujuan ekspor.

"Diharapkan momentum-momentum perbaikan ini dapat terus dijaga oleh semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha ekspor, serta lembaga keuangan termasuk Indonesia Eximbank yang secara khusus untuk mendukung pembiayaan ekspor nasional," kata Sinthya di Semarang, Minggu (29/10/2017).



Dia berujar, peningkatan ekspor Indonesia juga berasal dari mulai terbukanya pasar negara-negara non tradisional. Negara-negara tujuan ekspor non tradisional sendiri merujuk pada negara dengan potensi ekonomi besar, namun belum banyak digarap pelaku eksportir Indonesia seperti Afrika Barat, Amerika Selatan, Asia Tengah, dan Asia Tengah. 


"Non tradisional ini dengan Asia Selatan dan Afrika jadi fokus bersama, Ada misi-misi dagang dari Kementerian Perdagangan. Kami juga dengan Kementerian Luar Negeri awal November akan mengunjungi beberapa negara seperti Kongo, Mozambik, Ethiopia, Nigera, Angola, dan Sudan," ungkap Sinthya.



Secara khusus, Indonesia Eximbank juga tengah berupaya memperbesar porsi pembiayaan untuk segmen UKM berorientasi ekspor atau UKME. Targetnya, hingga akhir tahun nanti, lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini bisa menyalurkan kredit yang menyasar UKME sebesar Rp 14,8 triliun. 



Direktur Pelaksana II Indonesia Eximbank, Indra Wijaya Supriadi, mengungkapkan dari target penyaluran kredit ke UMKE itu, saat ini sudah terealisasi Rp 12 triliun. Tahun 2016 lalu, kredit untuk UKME bisa terealisasi Rp 10,5 triliun. 



"Pembiayaan UKM hingga akhir tahun nanti targetnya Rp 14,8 triliun. Posisi terakhir di September 2017 adalah Rp 12 triliun, jadi memang dalam dua bulan ini kejar ketertinggalan Rp 2,8 triliun," terang Indra.(finance.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.