Header Ads

Sepanjang 2017, Ada 148.285 TKI Ditempatkan di Luar Negeri

Baturaja Radio - Sepanjang Januari-Agustus 2017, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah berhasil menempatkan 148.285 TKI ke sejumlah negara. Para TKI prosedural tersebut tersebar di kawasan Asia-Pasifik, Amerika, Timur Tengah, dan Eropa. 

Dibandingkan periode Agustus 2016, terjadi penurunan sebanyak 8.316 TKI dari total penempatan pada periode Agustus 2017 sebanyak 148.285 orang. Berdasarkan data yang ada, jumlah TKI yang ditempatkan di luar negeri pada periode Januari-Agustus 2016 mencapai 156.601 orang. 

"Penurunan tersebut ditengarai disebabkan antara lain karena faktor pertumbuhan ekonomi regional dan global yang mengalami kelesuan atau stagnan sehingga permintaan tenaga kerja asing untuk mengisi sektor-sektor padat karya, seperti pembangunan konstruksi agak menurun," ujar Kepala Bagian Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti dalam keterangan tertulis, Rabu (27/9/2017).

Servulus menjelaskan penempatan TKI ke luar negeri dibagi dalam dua sektor, yaitu formal dan informal. Sebagaimana data yang ada, dari total 148.285 TKI yang sudah ditempatkan, jumlah TKI yang bekerja di bidang formal mencapai 83.943 orang. 

Sedangkan TKI yang bekerja di bidang informal sebanyak 64.342 orang. Dilihat dari latar belakang pendidikan, para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan angka 65 persen. 

Selebihnya beragam, mulai dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, yaitu diploma, sarjana, dan pascasarjana. Dari sisi gender, tenaga kerja dari Indonesia mayoritas perempuan, yaitu sebanyak 93.641 perempuan, di mana persentase ini jauh lebih banyak daripada laki-laki yang hanya 54.644 orang.

Berdasarkan skema penempatan, dari jumlah penempatan sebanyak 148.285 TKI tersebut, terbagi dalam skema private to private (P to P) sebanyak 119.266 orang, reentry sebanyak 19.712 orang, perorangan/individu berjumlah 6.768 orang, dan goverment to government(G to G) 2.408 orang.

"Untuk kepentingan perusahaan sendiri sebanyak 67 orang, dan TKI yang bekerja sebagai pelaut sebanyak 64 orang," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pusat data BNP2TKI mencatat ada 5 daerah sumber TKI terbesar, yaitu Jawa Barat sebanyak 31.027 orang, Jawa Tengah 29.394 orang, Jawa Timur 27.381 orang, Nusa Tenggara Barat 23.859 orang, dan Sumatera Utara 11.952 orang. Berdasarkan kabupaten/kota, yang tertinggi adalah Kabupaten Lombok Timur 10.621 orang, Indramayu 10.390 orang, Lombok Tengah 6.917 orang, Cirebon 6.408 orang, dan Cilacap 5.448 orang.

BNP2TKI juga mencatat negara-negara yang menjadi tempat persebaran TKI di luar negeri. Dari 26 negara yang paling banyak terdapat TKI, tercatat 10 negara terbesar untuk penempatan TKI, yaitu Malaysia sebanyak 60.624 orang, Taiwan 48.737 orang, Hong Kong 9.687 orang, Singapura 11.175 orang, Arab Saudi 10.006 orang, Brunei Darussalam 5.416 orang, Korea Selatan 4.266 orang, Uni Emirat Arab 1.937 orang, Oman 718 orang, dan Qatar 794 orang. 

Dari sekian banyak pekerjaan yang ada di luar negeri, terdapat 5 jabatan terbesar TKI, untuk domestic workers 29.465 orang, caregiver 35.512 orang, worker 16.934 orang, operator 23.366 orang, dan plantation worker22.334 orang. 

Menurut Servulus, dari sudut pandang dalam negeri, penurunan jumlah penempatan TKI pada periode Agustus 2017 tersebut menunjukkan hal yang positif atas situasi perekonomian nasional Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 5,3 persen. 

"Artinya, perhatian besar pemerintahan Presiden Jokowi pada bidang infrastruktur melalui berbagai megaproyek yang dibangun di seluruh Tanah Air, maka itu ikut menstimulus penyerapan tenaga kerja yang sangat besar. Dengan demikian, sekalipun penurunan jumlah penempatan TKI ke luar negeri hingga Agustus 2017 tidak terlalu besar jumlahnya, tetapi hal tersebut memperlihatkan hal positif dari sisi kepentingan nasional kita," pungkasnya. (news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.