Header Ads

Tiba di Halim, Ini Pesawat Khusus Keluarga Kerajaan Saudi

Baturaja Radio - Kesibukan di Bandara Halim Perdanakusuma makin terlihat jelang kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud siang ini. Sejumlah delegasi dengan pesawat khusus sudah mendahului ketibaan Raja Salman.

Total ada 7 pesawat yang membawa rombongan beserta barang-barang logistik Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia. Salah satu pesawat yang sudah berada di Bandara Halim adalah Boeing 737-700. Pesawat tersebut datang pada dinihari tadi.

"Pesawat ini khusus (untuk keluarga) kerajaan," ujar Corporate Communications PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Martha Lory Fransisca dalam keterangannya, Rabu (1/3/2017).

Sudah ada 2 rombongan yang mendahului Raja Salman. Mereka tiba pada Selasa (28/2) dengan pesawat Saudi Arabia Airlines. Sedangkan Raja Salman diperkirakan tiba pada pukul 13.45 WIB.

Rombongan yang membawa Raja Salman disebut menggunakan 4 pesawat, yaitu 2 unit pesawat Boeing 747-400, 1 unit Boeing 777, dan 1 unit Boeing 757, yang merupakan pesawat medical evacuation.

"Hari ini total ada 6 penerbangan. Dimulai dini hari tadi sampai nanti diperkirakan menjelang jam 17.30 WIB," sebut Martha.

Terkait kedatangan Raja Salman, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan Notice to Airmen (Notam) Nomor A0687/17. Notam menyatakan seluruh penerbangan di Bandara Halim pada hari ini diperkirakan akan mengalami keterlambatan pada pukul 12.00-14.00 WIB.

Kedatangan Raja Salman akan memperkuat hubungan kerja sama dengan Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut ada 10 nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani dalam penguatan kerja sama Indonesia-Arab Saudi.

Kerja sama yang diperkuat tidak hanya mengenai haji dan tenaga kerja, namun juga meliputi bidang lainnya.

"Nanti akan ditandatangani MoU kerja sama bidang kebudayaan, kesehatan, peningkatan status mekanisme bilateral sidang komite bersama, soal dakwah dan keislaman, soal pendidikan, kerja sama kelautan dan perikanan," sebut juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir.

Ada juga kerja sama mengenai penanganan kejahatan lintas batas seperti terorisme, kerja sama pelayanan udara, serta perdagangan usaha kecil dan menengah. (detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.