Header Ads

Kemenhub Koordinasikan Santunan untuk Korban Kapal Terbakar

Baturaja Radio - Lebih dari dua puluh orang meninggal akibat terbakarnya Kapal Wisata Zuhro Express di perairan Muara Angke, Jakarta Utara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait dengan pemberian uang santunan bagi korban meninggal.

Budi mengatakan, tak hanya uang santunan, Kementerian Perhubungan juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama Jasaraharja terkait biaya perawatan untuk korban yang mengalami luka.

"Berkaitan dengan biaya perawatan dan semacam uang santunan yang meninggal, kami Kementerian Perhubungan akan melakukan koordinasi untuk kita mendapatkan perawatan dan santunan dari pihak yang kompeten, di antaranya Jasaraharja. Mudah-mudahan bisa diberikan," kata Budi Karya saat jumpa pers di Gedung Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (1/1/2017).

Budi juga mengatakan, pihaknya prihatin atas kejadian nahas tersebut. Padahal, di saat awal liburan Natal dan Tahun Baru, Budi telah mengingatkan agar berbagai pihak terkait memperhatikan keamanan dan keselamatan transportasi.

"Atas kejadian itu, kami juga merasa prihatin karena beberapa waktu lalu pada saat mulai liburan, dua hal yang kami sampaikan. Pertama, mengadakan ramp check, dan kedua memperhatikan jangan sampai ada kelebihan penumpang. Ramp check artinya melakukan pengecekan terhadap mesin yang ada," jelas Budi.

Untuk diketahui, tercatat sebanyak 23 orang dinyatakan meninggal akibat kejadian ini. Sementara itu, 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara itu, beberapa orang dirawat di beberapa rumah sakit, di antara di RS Atma Jaya, RS Pluit dan RS PIK. (https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.