Header Ads

HONOR PETUGAS PBK OKU TAK CUKUP MAKAN SEBULAN

Baturaja Radio - Petugas Damkar Kabupaten OKU rupanya terbilang nekat. Betapa tidak, setiap ada peristiwa kebakaran, petugas Damkar di daerah ini kebanyakan berani "telanjang" alias tidak menggunakan alat pelindung diri melawan kobaran api.

"Safety PBK sebetulnya sudah ada, tapi kurang layak. Sebagian tidak layak pakai. Kalaupun ada yang baru, itupun tidak masuk standar," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan OKU, Himda Paruzal, melalui Sekretarisnya, Alfarizi, Selasa (10/1).

Yang dimaksud tidak layak disini, menurut Alfarizi adalah alat pelindung diri seperti yang disebutkan diatas.

"Contoh baju anti api, helm, sepatu safety, dan lainnya. Jadi kalau petugas kita memadamkan api, ya mereka menggunakan pakaian dinas itulah," bebernya.

Ia pun meyakinkan, dengan hadirnya Kadin baru serta dukungan Pemerintah Daerah bersama pihak legislatif, segala kekurangan di instansi yang mempunyai tugas maha penting ini akan segera dilengkapi.

Terlebih, pasca insiden kecelakaan mobil Damkar yang mengakibatkan satu orang petugas meninggal dunia dan delapan lainnya luka-luka.

Peristiwa yang terjadi dua kali dalam sepekan itu menjadi klimaks sehingga menjadi atensi dari berbagai pihak. Selain itu honor petugas juga akan ditingkatkan dari Rp 900 ribu jadi Rp 1,5 juta

"Ya, kekurangan - kekurangan ini akan menjadi konsen kami. Apalagi Bupati termasuk DPRD juga konsen untuk peningkatan alat-alat PBK demi keselamatan petugas di lapangan. Karena PBK ini merupakan salah satu tugas khusus yang tidak sama dengan instansi lain. Mereka berjibaku dengan jiwa raganya," imbuhnya.

Selain mengupayakan peningkatan alat-alat Safety petugas Damkar, hal penting lain yang tak boleh dilupakan adalah kesejahteraan petugas Damkar itu sendiri.

"Untuk terwujudnya kesiagaan seperti itu, perlu faktor pendukung yakni kesejahteraan mereka. Itu yang pertama kali akan kami upayakan," katanya.

Untuk saat ini disebutkan Alfarizi, para petugas Damkar mendapat honor bervariasi sesuai dengan tugasnya. Yakni Rp 750 ribu-Rp 900 ribu. Selain mendapat asuransi jiwa dan kecelakaan kerja.

Nah, honor ini menurut Alfarizi akan diupayakan ditingkatkan, paling tidak minimal Rp1,5 juta. Termasuk juga uang ekstra puding.

"Selama ini ekstra puding hanya Rp120 ribu perbulan, artinya hanya Rp 4000 per hari. Ini tidak disebut ekstra puding. Standar makanan sehat sehari ini minimal Rp15 ribu atau Rp20 ribu," bandingnya.
(rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.