Header Ads

Warga Kembalikan Beras Raskin Berdebu dan Berkutu

Baturaja Radio - Puluhan warga di kecamatan Bungamayang, Kabupaten OKU Timur menolak menerima jatah Beras Untuk Orang Miskin (Raskin) yang diperuntukkan bagi mereka dari pihak bulog Divre OKU.

Kendati beras tersebut dibeli dengan harga cukup murah, namun masyarakat tetap menolak karena menurut mereka beras yang berasal dari bulog tersebut tidak layak untuk dikosumsi manusia.

Beras yang terlihat berdebu apek serta berkutu tersebut sepakat ditolak dan dikembalikan oleh warga karena kualitas yang sangat buruk. Penolakan tersebut dilakukan pertamakali kendati kondisi beras serupa juga terjadi pada pembagian sebelumnya.

“Pada pembagian sebelumnya warga masih menerima dan bersabar karena kemungkinan kualitas yang tidak baik. Namun untuk pembagian kali ini warga benar-benar menolak karena kondisi serupa juga terjadi,” ungkap Yanto (43) warga Desa Negeriratu ketika dikonfirmasi.

Menurut Dia, beras raskin yang sebelumnya masih didalam karung ketika dibuka langsung mengeluarkan bau apek yang menyengat ditambah lagi sejumlah binatang hitam kecil terlihat berkeliaran didalam karung beras yang membuat bulu kuduk merinding.

Bukan hanya itu, ketika beras dipegang dan dipindahkan dari dalam karung, dedak yang sudah menjadi debu langsung memenuhi udara sekitar.

“Saat diturunkan dari mobil kemarin sebenarnya kita sudah merasa curiga cukup banyak debu putih. Demikian juga dengan gudang tempat penyimpanan raskin. Tembok dan lantai ruangan dipenuhi dengan debu,” kata Panggih panitia raskin desa Negeriratu Baru, Bungamayang, Selasa (13/12).

Namun kata Panggih, sebagai panitia pihaknya tetap mengumpulkan warga dengan tujuan untuk membagikannya. 

“Ketika sedang dalam pembagian, tiba-tiba warga datang dan mengembalikan beras yang sudah kita bagikan. Rata-rata karungnya sudah terbuka. Mungkin ketika pembagian mereka belum membuka dan ketika tiba di rumah dan dibuka mereka kecewa dan kembali membawa beras kepada panitia untuk dikembalikan,” katanya.

Diliputi rasa penasaran dengan kondisi beras yang ada di gudang, panitia akhirnya bersama warga membuka karung beras yang ada dan menemukan semua beras yang akan didistribusikan tidak jauh berbeda berdebu, apek dan berkutu.

“Kami kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa mengenai penolakan dan kondisi raskin. Warga meminta ganti beras yang lebih layak. Sebagai panitia kami tidak bisa berbuat apa-apa memang keinginan masyarakat untuk dikembalikan,” katanya.

Terpisah Kepala Bulog Sub Divre III OKU, Junaidi ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengganti beras raskin yang ada di Desa Negeri Ratu Baru tersebut dengan beras yang lebih layak. Namun untuk jumlah dia tidak menyebutkan dengan pasti akan tetapi kata dia, pihaknya mengganti hampir setengah mobil truk.

Ketika ditanya mengenai pengawasan beras sebelum didistribusikan, Junaidi mengaku pengawasan tetap ada dan ada tim yang melakukan pengawasan terhadap beras raskin sebelum didistribusikan.

“Pengawasan tetap ada namun bisa saja karena petugas mengantuk sehingga beras bisa lolos ketika dalam pengawasaan. Kita tetap berkomitmen untuk melakukan penggantian terhadap beras yang tidak layak konsumsi,” janjinya. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.