Header Ads

Kholid: Saya Tidak Ingin Mematikan Sekolah Swasta

Baturaja Radio - Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengultimatum Dinas Pendidikan OKU Timur untuk meninjau lebih lanjut jika ada masyarakat yang mengajukan permohonan untuk pembangunan sekolah negeri di sejumlah wilayah OKU Timur.

Hal itu dilakukannya agar sekolah swasta yang merupakan perintis pendidikan tidak mati karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan siswa.

Kholid dihadapan para guru dan kepala sekolah yang hadir dalam peresmian SMPN 4 Unggulan Martapura beberapa waktu lalu.

Menurut Kholid, sekolah swasta merupakan sekolah yang mandiri dan mencari uang sendiri.
Berbeda dengan sekolah negeri yang semua fasilitas dan kebutuhan dipenuhi oleh negara yang tentunya akan menjadi sekolah idola bagi masyarakat.

Selain meminta untuk meninjau ulang semua usulan pembangunan sekolah negeri, Kholid juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk tidak memperbanyak sekolah unggulan.

“Sekolah negeri jangan ditambah karena kasian untuk sekolah swasta. Demikian juga sekolah unggulan, jangan terlalu banyak. Karena baik sekolah negeri maupun dan swasta menginginkan murid-murid yang pintar. Sekolah jangan memilih siswa yang pintar-pintar. Berfikirlah bagaimana caranya menjadikan siswa menjadi pintar bukan memilih yang pintar-pintar,” kata Kholid.

Menurut Kholid, siswa yang ada di sekolah unggulan sudah dipastikan semuanya pintar, karena sekolah yang bersangkutan tidak menerima siswa yang tidak pintar.

Namun semestinya nilai dan kepintaran tidak menjadi tolak ukur penerimaan siswa baru, karena sebenarnya fungsi dari sekolah adalah bagaimana caranya membuat siswanya menjadi pintar.

“IQ seseorang boleh berpengaruh dalam cara berfikir anak. Namun yang terpenting adalah konsep sekolah dalam memajukan siswa. Konsep itulah yang menentukan hasil dari pembelajaran,” katanya.
Menurut Kholid, sebagai kepala daerah dirinya tentu tidak mau menjadikan sekolah swasta mati karena banyaknya pembangunan sekolah negeri yang baru.

Beberapa waktu lalu kata dia, sejumlah masyarakat menemuinya meminta izin untuk pembangunan sekolah negeri, namun dia meminta kepada Dinas Pendidikan untuk meninjau ulang dampak dari pembangunan sekolah negeri tersebut terhadap sekolah swasta.

“Kalau saya selaku bupati mematikan sekolah swasta karena mengizinkan banyak sekolah negeri berdiri terlalu banyak. Tentunya saya akan berdosa,” tanya kholid pada sejumlah guru yang hadir dalam peresmian sekolah menengah pertama 4 Uggulan Martapura beberapa waktu lalu.(tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.