Header Ads

JELANG NATAL DAN TAHUN BARU, POLRI ANTISIPASI ANCAMAN TEROR KAPOLRI TURUNKAN 190 RIBU PASUKAN



Baturaja Radio - Menjelang pelaksanaan hari raya Natal dan tahun baru pada 25 Desember 2016 nanti, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menurunkan sebanyak 190 ribu pasukan untuk melakukan pengamanan.

Dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, operasi sandi lilin itu dimulai dari tanggal 23 Desember 2016 sampai 2 Januari 2017.

"Tapi tetap itu operasi puncaknya kita lakukan operasi kondisioning.190 ribu pasukan dilibatkan," kata Tito saat berada di Palembang, Sabtu 17 Desember 2016.
Selain itu, Tito juga memerintahkan kepada seluruh pimpinan wilayah, untuk melakukan pertemuan dengan Majelis ulama, persatuan gereja dan tokoh masyarakat lainnya.

"Kapolda, Kapolres sudah saya perintahkan untuk melakukan pertemuan dengan majelis ulama, persatuan gereja.Tujuannya untuk membuat pernyataan mempersamakan misi mengamankan natal. Bukan hanya dari Polri tapi juga kita melibatkan TNI, Pemda, kemudian termasuk juga dari banser dan pamswakarsa untuk pengamanan natal," ujarnya.

Disisi lain, Tito menambahkan, ancaman teror pada perayaan Natal juga menjadi prioritas penting dari polisi. Saat ini tim Densus 88 terus bergerak untuk memburu jaringan teror dengan melakukan operasi-operasi khusus.

"Kalau ancaman teror, dengan operasi-operasi yang kita lakukan sekarang ini yang dilakukan oleh Densus 88, ini kan jaringannya berkembang terus. Penangkapan-penangkapan (pelaku) terus kita lakukan sambil kita memperkuat deteksi kemungkinan adanya sel-sel lain. Pemetaan wilayah rawan sudah dilakukan diantaranya wilayah-wilayah di Jawa." kata Tito (R.Mol)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.