Header Ads

Darurat Longsong OKU Selatan:8 Desa Kecamatan Sunga Are Terisolir

Baturaja Radio - Sebanyak 8 desa di Kecamatan Are terisolir. Penyebabnya, Jl Provinsi Sumsel tepatnya di kawasan Kecamatan Muara Sindang menuju Sungai Are, yang merupakan akses alternatif menuju kecamatan Kabupaten Kuang Bengkulu mengalami longsor hingga 3 kilometer.
 
Jika Jalan di kawasan Muara Sindang masih dapat dilalui sepeda motor, khususnya Jl menuju Sunga Are, satu-satu akses warga 8 desa di kecamatan Sungai Area putus total.

Akibatnya, warga di kawasan ini mulai terisolir. Sebab, jangankan mobil sepeda motor pun tidak bisa lewat, warga setempat terutama siswa yang hendak sekolah menuju ke Muara Sindang dan Muara Dua kesulitan, dan harus berjalan kaki melewati pinggiran tebing di pinggiran jalan yang longsor.

"Akibatnya kondisi jalan di sana putus, jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor pun tidak bisa lewat di jalan itu. Dengan kondisi ini, sekitar 8 desa di Kecamatan Sungai Are terisolir," ujar Tokoh Masyarakat setempat Johardi, Selasa (06/12) sore.

Pernyataan serupa juga disampaikan tokoh Pemuda OKU Selatan Hendra AB kepada sripoku.com, Selasa (06/12), yang baru saja melewati kawasan itu, menurut dia telah terjadi peretakan jalan di Kecamatan Muara Sindang menuju Sungai Are Kabupaten Oku Selatan. 

Jalan ini milik Pronvinsi Sumsel yang merupakan jalur lintas dari Sumsel menuju Bengkulu.

"Sebabnya karena karena tingkat curah hujan yang cukup tinggi mengakibatan tanah longsor. Bencana ini terjadi di jalan lintas Provinsi Sumsel ke Bengkulu. Akibatnya jalur tranportasi masyarakat di kecamatan ini mengalami kelumpuhan sebab jalur tidak bisa di lewati kendaraan roda 4, bahkan sepeda motor pun sudah mengalami kesulitan untuk melintas," ujarnya.

Hendra Ab berharap ada perhatian dari pemerintah. Karena kasihan warga setempat."Tolong perhatian bagi pemerintah prov dan kabupaten dapat bertindak cepat atas bencana alam ini," ujarnya.

Sementara itu dari Pemprov Sumsel,  Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki menyebut berdasarkan laporan dari Pemerintah Kabupaten OKU Selatan (OKUS) kepada pihaknya ada tiga jalan provinsi di sana nyaris terputus akibat tertimbun reruntuhan tanah longsor.
Adapun jalan provinsi yang tertimbun tanah longsor di antaranya Simpang Martapura dan Simpang Muaradua.

"Pemkab OKUS menyampaikan permasalahan jalan akibat longsor, tanah tergerus dan jalan yang patah sehingga tidak dapat dilalui," ujar mantan Bupati OKI ini, seperti dilansir dari sripoku.com, Selasa (6/12/2016) kemarin.

Ishak Mekki mengaku, permasalahan yang terjadi di daerah terluar Sumsel itu menjadi perhatian khusus oleh Pemprov Sumsel.  Oleh karena itu pihaknya akan melakukan langkah jangka pendek berupa perbaikan seadanya terlebih dahulu.(http://palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.