Banner

Banner
Pemkab OKU

Soal Dinasti Politik, Agus Yudhoyono: Apa Anak Eks Presiden Tak Punya Hak?

Baturaja Radio - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono berbicara soal dinasti politik. Ia pun menyatakan seorang anak mantan presiden sekalipun punya hak dan kewajiban sama di dunia politik, termasuk maju di Pilkada.

Keputusan Agus Yudhoyono maju di Pilgub DKI memang cukup mengejutkan dan di saat-saat terakhir. Ia pun memilih mundur dari TNI untuk bisa mengikuti pilkada.

Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Masuknya Agus di bursa Pilgub DKI disebut-sebut sebagai langkah SBY untuk membangun dinasti politik.

"Kalau dibilang dinasti politik, pertama-tama kita harus mengerti dulu makna dinasti. Dinasti itu kerajaan yang diberikan turun temurun tanpa meminta persetujuan khalayak dan dengan sendirinya mendapat kekuasaan," ungkap Agus.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara silatuhrami dengan kalangan ulama di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2016) malam. Agus pun menyatakan dirinya bukan berasal dari keluarga kerajaan sehingga merasa tidak sedang terlibat dalam proses pembangunan dinasti.

"Ini tidak, saya mengikuti proses. Saya justru karena menghargai proses itu saya meninggalkan TNI dan segala kariernya," ucapnya.

Agus menegaskan setiap Warga Negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam politik. Mantan Danyon 203/Arya Kemuning itu pun mempertanyakan apakah karena ia seorang anak mantan presiden maka tidak berhak memilih profesi baru di bidang politik dengan ikut maju di Pilgub DKI.

"Kenapa harus disalahkan ketika seorang warga negara yang juga ingin memiliki hak dan kewajiban yang sama," kata Agus.

"Apakah karena anak seorang mantan presiden kemudian tidak memiliki hak yang serupa? Toh tujuannya juga baik," imbuhnya sambil bertanya-tanya.
(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.