Header Ads

Harga Ubi Racun di OKU Timur Turun

Baturaja Radio - Harga ubi racun di kabupaten OKU Timur sejak dua bulan terakhir mengalami penurunan sehingga membuat petani mengalami kekecewaan.

Penurunan harga ubi racun tersebut terbilang cukup drastis hingga mencapai Rp. 300 per kilogram. Sebelumnya harga Ubi racun dari petani mencapai Rp 1050 per kilogram.

Agus, salah satu pemilik lapak singkong di wilayah Martapura ketika dikonfirmasi Rabu (24/8) membenarkan adanya penurunan harga ubi racun tersebut.

Menurutnya, penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak dua bulan terakhir sehingga penyebabkan petani maupun pemilik lapak singkong mengalami kerugian.

"Sekarang harga ubi racun ditingkat petani hanya Rp. 670 per kilogram. Sedangkan pengepul menjual ke pabrik hanya Rp. 700 per kilogram. Sebelumnya harga ubi racun mencapai Rp. 1050 perkilogram," katanya.
Agus mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab penurunan harga ubi racun tersebut. 

Namun kata dia, berdasarkan informasi yang beredar penurunan harga ubi racun tersebut disebabkan karena stok banyaknya barang yang menumpuk di pabrik.

"Saat ini banyak petani yang beralih menanam ubi racun sehingga terkadang stok ubi cukup banyak. Jadi kemungkinaan untuk naik sangat kecil. Biasanya jika stok sedikit, harga mengalami kenaikan demikian juga sebaliknya," kata dia.

Sedangkan Hendri pemilik Lapak singkong lainnya mengatakan, seluruh ubi racun yang ada di wilayah OKU Timur dibawa ke daerah Lampung untuk diolah menjadi tepung tapioka. Kemungkinan kata dia, penurunan disebabkan karena banyaknya stok sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan di pabrik.

"Tapi kualitas juga mempengaruhi harga. Jadi meskipun harga turun jika kualitas baik, harga tetap tinggi. Namun sebagian besar petani kita terkadang melakukan pemanenan sebelum waktunya karena kebutuhan ekonomi," jelasnya.

Setiap hari kata dia, lapak singkong miliknya mengirim ubi racun ke Lampung 60-70 ton untuk dijadikan tepung tapioka. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.