Header Ads

Mendikbud Tak Paksakan UN Harus Berbasis Komputer

Baturaja Radio - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan tak berharap besar bahwa pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ke depan dapat diterapkan menyeluruh di semua sekolah di Indonesia. Anies mengatakan, lebih mengutamakan pentingnya kualitas para perserta yang mengikuti ujian dibandingkan dengan jumlah sekolah yang mampu melaksanakan ujian dengan basis komputer.

"Jadi, jangan sampai mengejar jumlah banyak tapi mengorbankan kualitas. Lebih baik mengerjakan menggunakan kertas tapi tenang, daripada komputer tapi bermasalah. Jadi utamakan kualitas. Tidak ada target karena target adalah kualitasnya baik," kata Anies Baswedan di Kemendikbud, Jakarta Selatan, Kamis 7 April 2016.

Anies Baswedan menginginkan jika Ujian Nasional dilakukan berbasis komputer, sebaiknya dilangsungkan per wilayah atau misalnya satu kabupaten yang melaksanakan ujian tersebut.

"Saya mendorong satu kota menerapkan semua, satu kabupaten terapkan semua. Dengan begitu jadi lebih mudah dan seluruh kota tidak menyiapkan kertas," katanya.
Anies menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer tersebut masih terdapat sejumlah kendala khususnya dalam hal jaringan.

"LAN sering kali belum digunakan secara optimum. Saya garis bawahi bahwa UN-nya bukan UN online. Meskipun ada Telkom, ini adalah local network yang dipakai, online hanya saat download. Hanya di situ online dijalankan," katanya. (viva.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.