Ratusan Pompa Air Hingga Puluhan Alsintan Dibagikan Pemkab OKU Timur, Hadapi El Nino, Jaga Produksi Pertanian
baturajaradio.com - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) melalui Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur lakukan langkah antisipasi dan penguatan terhadap ancaman kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani, termasuk 223 unit pompa air.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, khususnya tanaman padi dan jagung yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., dan didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Niswaturrohmah, S.TP., M.EP., di Kantor Dinas Pertanian OKU Timur, Rabu (2/9).
Dalam sambutannya, Bupati Enos mengatakan, ancaman kemarau perlu direspons secara serius karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh sektor-sektor vital, khususnya sektor pertanian.
Menurutnya, sistem peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman El Nino harus menjadi perhatian bersama agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi sejak dini.
“Jika kita tidak bergerak cepat, dampak buruknya dapat memukul berbagai sektor vital, mulai dari pertanian, ketersediaan air bersih, energi hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, komoditas pangan utama menjadi sektor yang paling rentan terdampak kekeringan.
Tanaman padi dan jagung membutuhkan ketersediaan air yang cukup dalam setiap fase pertumbuhannya sehingga perlu didukung dengan berbagai langkah antisipasi.
Penggunaan varietas unggul yang tahan kekeringan, pengembangan inovasi irigasi hingga pompanisasi menjadi beberapa solusi yang perlu terus diperkuat.
“Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci untuk menjaga stabilitas produksi pertanian,” katanya.
Dalam rangka mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau, Pemerintah Kabupaten OKU Timur menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada petani.
Bupati menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu petani meningkatkan produksi pertanian yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Ia meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara optimal sesuai tujuan dan sasaran program.
“Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan baik dan dirawat sehingga umur ekonomisnya dapat bertahan lebih lama. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Niswaturrohmah, S.TP., M.EP., atau yang akrab disapa Anis ini mengatakan, OKU Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan bahkan tingkat nasional.
Pada tahun 2025, Kabupaten OKU Timur berhasil mencatatkan peningkatan produksi beras yang menempatkan daerah tersebut pada peringkat ketiga secara nasional.
Atas capaian tersebut, OKU Timur juga mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, pada tahun 2025 OKU Timur telah mencapai target produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan realisasi mencapai 1.075.487 ton GKP atau setara dengan 923.413 ton Gabah Kering Giling (GKG).
“Ke depan, produksi tersebut akan terus ditingkatkan sehingga OKU Timur diharapkan mampu mencapai target 1 juta ton Gabah Kering Giling,” kata Niswaturrohmah.
Namun, capaian tersebut tetap menghadapi tantangan serius, salah satunya ancaman kemarau ekstrem dan El Nino yang dapat menyebabkan kekurangan air hingga berujung pada gagal panen dan penurunan produksi pertanian apabila tidak dimitigasi dengan baik.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pertanian bersama para penyuluh pertanian telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Upaya itu dilakukan melalui percepatan masa tanam, pendampingan kepada petani serta penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa pompa air, tetapi juga benih untuk mendukung percepatan tanam, pupuk organik cair untuk meningkatkan kesuburan lahan serta berbagai alat dan mesin pertanian untuk mendukung proses produksi sebelum hingga setelah panen.
Sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk mengantisipasi dampak El Nino telah disalurkan kepada petani di Kabupaten OKU Timur.
Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKU Timur, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Kementerian Pertanian.
Adapun bantuan yang telah disiapkan meliputi 223 unit pompa air, 55 unit irigasi perpompaan, 22 unit sumur bor dangkal dan dalam serta 40 unit bantuan perbaikan irigasi tersier.
Selain penguatan ketersediaan air, pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa 30 unit traktor roda dua, 32 unit traktor roda empat, tujuh unit rotavator, 15 unit rice transplanter, 20 unit combine harvester dan lima unit power thresher.
"Pada penyerahan bantuan kali ini, sebanyak 119 unit pompa air diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri dari 41 unit pompa berukuran 6 inci dan 78 unit pompa berukuran 4 inci," paparnya.
Selain pompa air, pada kesempatan tersebut juga diserahkan lima unit traktor roda dua, lima unit traktor roda empat dan tiga unit rotavator.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dampak El Nino terhadap sektor pertanian di OKU Timur dapat dikurangi sehingga produksi pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” pungkas Anis. (Ard)
sumber : https://palpos.disway.id/oku-timur/read/720820/ratusan-pompa-air-hingga-puluhan-alsintan-dibagikan-pemkab-oku-timur-hadapi-el-nino-jaga-produksi-pertanian/30
Tidak ada komentar