Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Kabut Asap Makin Tebal, Pemkab OKU Siapkan Langkah Lindungi Pelajar

 

baturajaradio.com -  Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), semakin menebal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan pemerintah daerah telah mengetahui kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Baturaja.

Pemerintah, kata dia, akan segera berkoordinasi dengan pihak pendidikan untuk menentukan langkah yang perlu dilakukan guna melindungi para pelajar.

Menurut Teddy, rapat bersama jajaran Dinas Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) akan dilakukan untuk membahas kondisi tersebut.

Pertemuan itu diperlukan untuk menentukan kebijakan pembelajaran yang sesuai dengan situasi kualitas udara.

“Hari ini pihaknya akan rapat dengan pihak pendidikan, MKKS dan K3S untuk menyikapi kabut asap di Baturaja,” kata Teddy saat menyampaikan keterangannya terkait kondisi kabut asap yang terjadi di wilayah perkotaan, Rabu (16/9).

Salah satu opsi yang akan dibahas adalah kemungkinan menerapkan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kabut asap dinilai mengganggu kesehatan dan keselamatan siswa.

Namun, keputusan tersebut masih akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta masukan dari pihak sekolah.

Selain pembelajaran jarak jauh, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kemungkinan kegiatan belajar tetap berlangsung secara tatap muka.

Dalam skenario tersebut, siswa maupun tenaga pendidik dapat diarahkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

“Apakah nanti akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau menggunakan masker untuk anak-anak sekolah, atau nanti pembelajaran tatap muka namun dengan menggunakan masker,” ujar Teddy. 

Menurut dia, keputusan akan dibahas bersama pihak terkait sebelum diterapkan. Pemkab OKU juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

Pemerintah menilai pembakaran terbuka dapat memperburuk kualitas udara, terutama ketika asap dari berbagai titik berkumpul di wilayah perkotaan.

Teddy meminta masyarakat menahan diri untuk tidak membakar lahan untuk sementara waktu.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar sumber asap tidak bertambah dan kondisi udara tidak semakin buruk.

“Tolong, tolong, tolong untuk tidak membakar lahan, karena sedikit saja melakukan pembakaran dampaknya bukan hanya di lingkungan sekitar, namun secara luas akan mempengaruhi kesehatan masyarakat,” kata Teddy.

Menurut pemerintah daerah, dampak pembakaran lahan tidak berhenti pada lokasi terjadinya pembakaran.

Asap dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah lain sehingga berpotensi mengganggu masyarakat yang berada jauh dari sumber api.

Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih ketika kualitas udara memburuk.

Karena itu, pemerintah akan melihat perkembangan kondisi sebelum menentukan kebijakan terkait proses pembelajaran di sekolah.

Koordinasi dengan Dinas Pendidikan, MKKS, dan K3S diharapkan dapat menghasilkan langkah yang terukur.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan sekolah memperoleh informasi yang jelas apabila terdapat perubahan pola pembelajaran akibat kondisi udara.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut berperan dalam menjaga kualitas lingkungan.

Tidak melakukan pembakaran lahan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya titik asap baru selama kondisi udara Baturaja masih dipenuhi kabut.

Pemkab OKU menegaskan penanganan kabut asap membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah menyiapkan langkah dari sisi pendidikan dan perlindungan masyarakat, sementara warga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi udara di wilayah Baturaja. (len)

sumber : https://palpos.disway.id/ogan-komering-ulu/read/721563/kabut-asap-makin-tebal-pemkab-oku-siapkan-langkah-lindungi-pelajar

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.