Gelar Lomba PMR, Asah Keterampilan Pelajar Dalam Kesiapsiagaan Situasi Darurat
baturajaradio.com - Kegiatan kepalangmerahan di kalangan pelajar terus didorong untuk tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi wadah untuk membekali siswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat dan bencana.
Semangat tersebut menjadi salah satu tujuan digelarnya lomba Palang Merah Remaja (PMR) yang diselenggarakan MA Nurul Fattah di Jalan Ihsan, Dusun Sri Mulyo, Desa Kotabaru Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut diikuti anggota PMR tingkat Madya dari sejumlah sekolah di Kabupaten OKU Timur. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 12 sekolah telah hadir atau terdaftar sebagai peserta.
Dalam perlombaan tersebut, peserta mengikuti sejumlah kategori, yakni lomba cipta tandu darurat, lomba tandu cepat rekor, serta lomba video kreatif.
Kepala MA Nurul Fattah, Sucifto, ST, MM, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan kepalangmerahan di OKU Timur sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan anggota PMR.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh anggota PMR memiliki manfaat yang lebih luas karena dapat menjadi bekal ketika mereka menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Harapan kami kegiatan kepalangmerahan di OKU Timur ini bisa tetap berjalan. Anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya saat diwawancarai jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com disela-sela kegiatan, Minggu (13/9/2026).
Ia menilai keterampilan membuat tandu darurat menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dikuasai anggota PMR.
Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir berbagai bencana terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sehingga pengetahuan dasar mengenai pertolongan dan evakuasi perlu terus dilatih.
“Materi kepalangmerahan dan pembuatan tandu darurat ini diharapkan bisa menjadi pegangan bagi anggota PMR apabila suatu saat terjadi bencana.
Mereka harus memiliki kesiapan dan tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti itu,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para anggota PMR untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
Pertemuan antarsekolah dinilai dapat memperkuat kerja sama dan kemampuan anggota dalam menjalankan tugas kepalangmerahan.
Sucifto menambahkan, pembinaan siswa di MA Nurul Fattah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan PMR. Sekolah juga memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, hadroh, menjahit dan tahfiz.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai minatnya. PMR menjadi salah satu wadah untuk membentuk kepedulian, kedisiplinan dan kesiapsiagaan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pembina PMR MA Nurul Fattah, Heri, mengatakan kegiatan lomba tersebut juga menjadi bagian dari momentum memperingati Hari Palang Merah Indonesia yang diperingati setiap 3 September serta menyambut Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 17 September.
Menurut Heri, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat kepalangmerahan di kalangan pelajar, sekaligus mempertemukan anggota PMR dari berbagai sekolah.
“Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini kami harapkan menjadi tempat bagi anggota PMR untuk saling belajar, berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap kategori lomba memiliki tujuan pembelajaran tersendiri.
Lomba cipta tandu darurat, misalnya, mendorong peserta memahami cara membuat alat evakuasi sederhana, sementara lomba tandu cepat menguji kecepatan sekaligus kekompakan anggota tim.
“Yang kami tekankan bukan hanya siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami materi, mampu bekerja sama dan memiliki kesiapan apabila suatu saat dibutuhkan dalam kondisi darurat,” katanya.
Heri berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sehingga pembinaan PMR di OKU Timur tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi berkembang menjadi proses pendidikan dan latihan yang berkesinambungan.
Bagi peserta, lomba PMR menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini diperoleh melalui latihan di sekolah.
Selain mengejar hasil terbaik dalam perlombaan, peserta juga dapat melihat kemampuan tim lain dan mempelajari cara mereka menyelesaikan setiap tantangan.
Salah seorang peserta lomba Siska mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena peserta tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan menerapkan teknik yang telah dipelajari dalam latihan.
“Bagi kami lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah. Kami bisa belajar dari peserta lain, menambah pengalaman dan mengetahui kemampuan kami sejauh mana,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga anggota PMR memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan bertemu dengan pelajar dari sekolah lain.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena kami bisa mendapatkan pengalaman baru dan semakin terbiasa bekerja sama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (Ard)
sumber ; https://palpos.disway.id/oku-timur/read/721390/gelar-lomba-pmr-asah-keterampilan-pelajar-dalam-kesiapsiagaan-situasi-darurat/30
Tidak ada komentar