Tuntut Transparansi SPMB, Kadisdik OKU Tegaskan Seleksi Sudah Sesuai Aturan
Baturaja Radio.com - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memicu aksi unjuk rasa yang digelar massa yang mengatasnamakan Sriwijaya Corruption Watch (SCW) OKU Raya, Senin 22 Juni 2026.
Sekitar 50 orang peserta aksi mendatangi SMP Negeri 1 OKU dan rumah dinas Bupati OKU untuk menyuarakan tuntutan terkait transparansi proses penerimaan siswa baru.
Massa mempertanyakan mekanisme seleksi serta meminta evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB di sekolah favorit tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa membawa Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026.
Mereka menilai proses penerimaan peserta didik perlu dievaluasi karena diduga belum sepenuhnya sesuai dengan petunjuk teknis nasional yang mengatur jalur penerimaan siswa.
Para pengunjuk rasa menyoroti sejumlah jalur seleksi yang diterapkan dan meminta adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan dugaan ketidakadilan dalam penerimaan siswa baru.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, proses seleksi hanya menggunakan empat jalur resmi sebagaimana diatur pemerintah pusat, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
"Semua proses sudah dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Sistem seleksi dilakukan melalui aplikasi berdasarkan data yang masuk," ujar Kadarisman.
Ia mengakui tingginya minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke SMP Negeri 1 OKU menjadi tantangan tersendiri. Daya tampung sekolah tersebut hanya tersedia untuk 11 rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 350 siswa.
Sementara itu, jumlah pendaftar pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai lebih dari 600 calon peserta didik.
"Kami harus akui daya tampung terbatas. Yang mendaftar lebih dari 600 siswa, sedangkan yang dapat diterima sekitar 350 siswa sehingga memang harus dilakukan seleksi sesuai jalur yang telah ditetapkan," jelasnya.
Kadisdik juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Baturaja yang dinilai memiliki kualitas pendidikan yang tidak kalah baik.
Menurutnya, pemerataan pendidikan menjadi salah satu tujuan utama pemerintah daerah agar seluruh sekolah dapat berkembang secara merata.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir dalam kondisi kondusif. Pemerintah daerah berharap polemik SPMB dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara masyarakat, sekolah, dan Dinas Pendidikan.*
https://okes.disway.id/oku/read/664001/tuntut-transparansi-spmb-kadisdik-oku-tegaskan-seleksi-sudah-sesuai-aturan/15
Tidak ada komentar