Santri 14 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pondok Pesantren
Baturajaradio.com - Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Raudatul Qur’an yang berada di Kelurahan Simpang Sender, Kabupaten OKU Selatan.
Itu setelah seorang santri berinisial LK (14) ditemukan meninggal dunia di area pondok pesantren pada Jumat (22/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Kabar tersebut mengejutkan para santri, pengurus pesantren, serta warga sekitar.
LK diketahui berasal dari Desa Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, dan tercatat sebagai santri aktif di pesantren tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sekitar kamar mandi pondok.
Pihak pengurus bersama sejumlah santri segera melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian, petugas puskesmas, serta keluarga korban.
Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Qur’an, Kiyai H. Ali Fuad, melalui pengasuh pondok Gus Ahmad Rifa’i, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihak pesantren langsung berkoordinasi dengan instansi terkait begitu mengetahui kejadian itu.
“Setelah kejadian diketahui, kami segera menghubungi pihak kepolisian, Puskesmas, dan keluarga. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak meminta dilakukan tindakan medis lanjutan,” ujar Gus Ahmad Rifa’i, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, selama menempuh pendidikan di pondok, almarhum dikenal sebagai pribadi yang aktif dan berperilaku baik.
Bahkan sehari sebelum ditemukan meninggal, korban masih mengikuti kegiatan belajar dan pengajian seperti biasa.
“Sehari-harinya almarhum terlihat ceria dan tidak menunjukkan hal yang mencurigakan. Kamis sore masih mengikuti aktivitas pondok,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Simpang Sender, Hipzon, S.KM, juga membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya luka akibat kekerasan. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, itu menjadi kewenangan aparat yang berwenang,” ungkapnya.
Sementara itu, personel Polsek setempat telah mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kepolisian memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, dengan tetap menghormati kondisi dan permintaan keluarga.
Di tengah suasana berduka, pihak pesantren mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pengurus berharap situasi tetap kondusif agar kegiatan belajar para santri lainnya tidak terganggu.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri, tidak menyebarkan kabar yang belum tentu benar, serta menghormati perasaan keluarga yang sedang berduka,” ujar salah satu pengurus.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/662170/santri-14-tahun-ditemukan-meninggal-dunia-di-pondok-pesantren/15
Tidak ada komentar