Durian OKU Gagal Panen! Gugur Sebelum Berkembang, Patahkan Harapan Petani ini penyebabnya
Baturajaradio.com - Musim durian tahun ini tak membawa kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Cuaca ekstrem yang terjadi sejak November 2025 menyebabkan sebagian besar kebun durian di wilayah ini mengalami gagal panen.
Hujan deras yang turun secara terus-menerus membuat putik durian yang sempat berkembang akhirnya rontok sebelum berbuah.
Kondisi tersebut dirasakan hampir merata, khususnya di Kecamatan Semidang Aji dan Kecamatan Ulu Ogan, dua wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil durian di OKU.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kawasan ini menjadi tumpuan pasokan durian lokal, musim kali ini justru berbanding terbalik.
Nazar, seorang petani durian di Kecamatan Semidang Aji, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pemilik kebun di wilayah tersebut mengalami nasib serupa. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama gagalnya pembentukan buah.
“Tidak ada durian. Semua pemilik kebun gagal panen. Ini akibat cuaca ekstrem dan hujan terus mengguyur lokasi perkebunan, walupun ada itu hanya sedikit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, putik durian yang baru mulai tumbuh tidak mampu bertahan akibat terpaan hujan deras.
Biasanya, durian di wilayah Ulu Ogan mulai berbuah pada musim kemarau sekitar Oktober dan dipanen pada Desember. Namun tahun ini, siklus alam tersebut terganggu.
Kegagalan panen ini berdampak langsung pada perekonomian petani. Durian yang selama ini menjadi sumber pemasukan tahunan kini tak mampu memberikan hasil, memicu kekecewaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Dampak tersebut juga dirasakan oleh para pedagang. Ari, pemasok durian asal Ulu Ogan yang biasa mengirim buah ke Pulau Jawa, mengaku terpaksa menghentikan distribusi akibat minimnya pasokan lokal.
“Biasanya kita dapat harga terjangkau karena langsung dari petani setempat. Tapi sekarang harus beli dari luar daerah,” katanya.
Menurut Ari, harga durian dari luar daerah justru lebih tinggi dari harga jual kembali, sehingga tidak memungkinkan untuk dikirim ke luar daerah.
Saat ini, durian yang beredar di pasaran OKU sebagian besar didatangkan dari wilayah Lahat dan Muara Enim, dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per buah.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/661052/durian-oku-gagal-panen-gugur-sebelum-berkembang-patahkan-harapan-petani-ini-penyebabnya
Tidak ada komentar