Cuaca Tak Stabil Dikeluhkan Petani Jagung di OKU Selatan, Tanaman Tumbuh Kerdil dan Mati



Baturajaradio.com - Cuaca tak stabil berdampak pada sejumlah petani jagung di Kisam Raya OKU Selatan.

Sebagian petani gagal panen dan harus menanam ulang karena tanaman jagung kerdil.

"Sebulan lalu pernah sampai dua pekan tidak diguyur hujan, Jagung yang baru ditanam tumbuh sebagian dan kerdil, terpaksa harus ditanam ulang," ungkap Ujang, petani jagung di Kecamatan Kisam Ilir, OKU Selatan, Senin (17/10/2022).

Dikatakan, kini ia harus mengeluarkan modal lebih ekstra, dua kali lipat dari modal awal. Karena banyak jagung tak tumbuh tak disiram hujan.

"Tentunya harus kembali keluar modal buat bibit," ujarnya.

Hal yang sama keluhkan petani jagung lainnya, Ismail, yang juga merugi karena cuaca.

Dikatakan, karena cuaca yang tak bersahabat, secara keseluruhan jagungnya yang baru berusia dua pekan tak tumbuh karena kekurangan air.

"Yang tumbuh sedikit, tapi karena baru tumbuh tak kunjung hujan, batangnya lama kelamaan kering dan mati," katanya.

Pasca harga yang cukup menjanjikan, petani di bupaten OKU Selatan yang sebelumnya bertanam kopi, beberapa tahun terakhir beralih bertani jagung.

Hal ini membuat OKU Selatan termasuk salah satu daerah penghasil jagung tertinggi di Sumsel.

Namun karena kondisi cuaca kini tak menentu, petani kini masih enggan menanam jagung, menunggu cuaca stabil.

Petani berharap dinas terkait dapat memberikan jaminan bagi para petani apabila terjadi gagal panen.

"Harapannya tentu ada semacam asuransi dari dinas terkait apabila seperti sekarang ini supaya petani tidak khawatir," pungkas Ismail.

(https://palembang.tribunnews.com/2022/10/17/cuaca-tak-stabil-dikeluhkan-petani-jagung-di-oku-selatan-tanaman-tumbuh-kerdil-dan-mati)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.