HARGA Karet di Muratara Turun Jadi Rp 8.000 Per Kg, Harga Sawit Anjlok Jadi Rp 1.000 Per Kg


Baturajaradio.com
- Harga karet di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan turun.

Kendati demikian sebagian petani karet di daerah ini masih bisa tersenyum.

Petani membandingkan harga karet dengan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang saat ini mengalami anjlok.

"Harga karet sekarang delapan ribu, lumayan lah, kalau dibandingkan sawit kabarnya kini anjlok sampai seribu," ujar petani karet di Karang Dapo, Muratara, Evan, Rabu (27/4/2022).

Evan mengungkapkan harga karet saat ini Rp 8.000 per kilogram (kg).

Harga tersebut menurun dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 12.000 per kg.

"Delapan ribu ini turun, waktu itu sempat dua belas ribu, ada sekitar enam bulan harga itu. Tapi delapan ribu ini masih lumayan karena dulu harganya lima ribu," ujar Evan.

Ia mengatakan banyak petani karet di desanya merobohkan kebunnya dan beralih menanam sawit saat harga tinggi.

Namun Evan mengaku tak tergiur mengikuti jejak petani-petani tersebut dan tetap konsisten bertani karet.

"Iya waktu harga (sawit) tinggi kemarin banyak yang punya karet dirobohkan, nanam sawit, kalau saya tidak, biarlah karet inilah," katanya.

Evan berharap harga karet kembali naik sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ia pun mewanti-wanti bila harga karet ikut-ikutan anjlok seperti sawit.

"Harapannya naik lagi, paling tidak balik lagi harga dua belas ribu seperti waktu itu, syukur-syukur lebih, tapi jangan lah balik lima ribu lagi," harapnya.

Sementara itu, petani kelapa sawit di Muratara lesu karena harga TBS anjlok hingga Rp 1.000 per kg dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 3.500 per kg.

Anjloknya harga sawit tersebut sudah terjadi dalam sepekan terakhir ini.

"Sempat tiga ribuan ke atas, terus turun jadi dua ribuan, kini seribu, anjlok, terjun bebas begini harganya, entahlah," kata petani sawit, Said.

Meskipun harganya jatuh, Said tetap akan memanen sawitnya walau hanya sedikit mendapat uang.

Ia tak ingin membiarkan buah sawitnya membusuk di batang hanya gara-gara harganya anjlok.

"Ya kalau panen tetap panen, rugi juga kalau dibiarkan busuk di batang, ya dapat uang sedikit tetap syukuri," ujarnya.

Said menambahkan bila harga sawit anjlok seperti ini ada kemungkinan kebunnya tak diberi pupuk lagi.

Sebelumnya, kata dia, walau harga pupuk mahal tak dipermasalahkannya karena harga sawit sedang tinggi.

"Nah kalau begini tidak pakai pupuk lagi, tidak sanggup lagi saya beli, pupuk mahal, kalau sawit mahal tidak apa-apa pupuk mahal, masih terbeli saya," katanya. 

(https://palembang.tribunnews.com/2022/04/27/harga-karet-di-muratara-turun-jadi-rp-8000-per-kg-harga-sawit-anjlok-jadi-rp-1000-per-kg?page=all)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.